× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Rencana Coca Cola Pakai Botol Kertas

By Redaksi
Evolusi Botol Coca Cola. Foto : Coca Cola Company

Permintaan konsumen terhadap kemasan botol yang “sustainable”, mendorong empat perusahaan terkemuka di dunia mencari solusi. Perusahaan tersebut diantaranya, produsen minuman alkohol Denmark, Carlsberg, perusahaan minuman alkohol Perancis, Absolut, produsen kosmetika L’Oreal, dan perusahaan minuman ringan terkemuka, Coca Cola. Keempatnya tengah mengembangkan botol yang tak biasa untuk produk liquid, dari bahan kertas.

Seperti yang dikutip dari greenbiz, 4 perusahaan ini bagian dari “komunitas pionir” yang bekerja sama dengan startup bernama Paboco. Nama Paboco ini merupakan kependekkan dari “paper bottle company” atau perusahaan kemasan botol kertas. Mereka bersama-sama melakukan riset prototipe bio-kemasan dengan berbagai bentuk dan ukuran berbahan serat kayu. Bahan ini jelas berbeda dari kemasan biasanya yang terbuat dari kaca, plastik, bahkan kaleng.

“Saat masing-masing perusahaan mengembangkan prototipe, mereka bisa juga saling bekerja sama, karena proses kerja sama akan melahirkan banyak ide,” kata Louise Werner, Direktur Pengemasan Absolut. “Ide-ide yang lantas kembali dikembangkan dalam proyek keroyokan ini.”

Setiap perusahaan punya tujuan yang sedikit berbeda dan “timelines” mereka juga unik, lanjut Werner. Namun mereka masing-masing kerap berkomunikasi untuk berbagi kendala, keberhasilan, juga kegagalan. Salah satu isu yang didiskusikan seperti bagaimana mencetak logo yang bisa ditempel ke permukaan botol kertas.

“Konsep botol kertas ini, masih sangat awal untuk masuk di siklus ekosistem, sehingga kami secara aktif berdiskusi dengan komunitas untuk mengatasi kendala, dan melakukan penemuan,” jelas Stijn Franssen, insinyur senior di departemen riset dan pengembangan kemasan di Coca Cola.

Satu Ide Butuh Pemikiran Mendalam

Selain bermitra dengan keempat perusahaan tadi, Paboco pun berpartner dengan perusahaan kertas kemas asal Swedia, BillerudKorsnäs dan juga perusahaan pengemasan plastik asal Austria, Alpla. Ketiganya lantas mengakuisisi perusahaan startup desain botol kertas, ecoXpac.

Desain Botol Kertas oleh Paboco. Foto : Istimewa

Botol Kemasan Kertas Desain Paboco. Foto : Istimewa

Tujuan kerja sama ini untuk mendesain botol dengan kemampuan “bio-material yang yang bisa menahan uap air dan transmisi oksigen.” Tutup botol terbuat dari biokomposit atau kertas. Mereka bahkan mendukung aspirasi untuk pengembangan aplikasi konektivitas mobile. Konsumen setelah membuang kemasan, bisa dengan mudah melacak kemana perginya kemasan yang dibuang.  

Kemasan botol ini tidaklah terlalu rumit utuk bisa diproduksi. Satu buah prototipe pernah dirilis dan bisa memenuhi standar desain yang ketat dan kriteria yang ditetapkan pihak brand. Hal lainnya, kertas yang digunakan pun dari  BillerudKorsnäs yang juga tersertifikasi Forest Stewardship Council (Dewan Pengawas Hutan) yang berkelanjutan dari hutan di Swedia.

Michael Michelsen, Manajer Pengembangan Bisnis Paboco, turut menjelaskan, tujuan semua ini untuk mendesain botol yang bisa terurai dan bisa didaur ulang.

“Saat ini, kami punya satu solusi untuk mengurangi (dampak buruk kemasan),” cetus Michelsen.

Coca Cola melakukan riset botol kertas – satu dari sekian banyak alternatif kemasan – untuk mengemban ambisi perusahaan memakai 50 persen bahan daur ulang di kemasan produk pada 2030.

“Generasi pertama dari botol kertas Coca Cola dari plastik dan kertas yang masing-masing dapat didaur-ulang,” jelas Stijn Franssen. “Coca Cola akan memakai produk berkemasan ini untuk merek kecil dulu, yang masih bisa diawasi, memastikan bagaimana botol-botol itu bisa dikumpulkan dan didaur ulang,” tambah Stijn. Masukan konsumen terkait kemasan baru ini juga dirasa penting. Masukan kosumen bagi Coca Cola merupakan pembelajaran perusahaan untuk dapat lebih maju.  

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]