× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Raja Ampat Kesulitan Rupiah

By Redaksi

Sorong – Majalahcsr. Sebagai daerah wisata yang mulai tumbuh dan berkembang serta telah menarik wisatawan asing dari berbagai negara, Kabupaten Raja Ampat menawarkan wisata bahari yang diminati.

Berbagai agen travel maupun pemandu tour lokal pun mulai tumbuh di Raja Ampat. Fasilitas, sarana prasarana pendukung sebagai kabupaten yang menonjolkan sektor wisata sebagai sumber pendapatan asli daerah (PAD) terus dikembangkan.

Tetapi satu hal yang disayangkan sebagian wisatawan asing maupun pemilik agen travel di Raja Ampat, yakni belum ada money changer, sehingga penukaran mata uang asing ke rupiah harus dilakukan di luar Kabupaten Raja Ampat, seperti di Sorong.

Seperti yang dikatakan Lindert Mambrasar seorang pemandu wisata lokal di Raja Ampat, seperti yang dilansir oleh Kabarpapua.co, dirinya kerap kali menerima pembayaran mata uang asing seperti dolar dan lainnya tergantung darimana wisatawan berasal.

“Kami sangat kesulitan untuk menukarkan mata uang asing ini, karena di Waisai sebagai ibu kota Kabupaten Raja Ampat tidak disediakan fasilitas money changer seperti daerah lain yang dikenal sebagai kawasan wisata,” kata Lindert, selasa (6/2).

Lindert sempat merasa kesal karena setiap mendapatkan pembayaran dengan uang dolar, dia harus pergi ke Sorong untuk menukarkan uang tersebut. Itupun bukan ditukar di bank maupun money changer, melainkan di sebuah toko yang melayani jual beli mata uang asing.

“Saya sempat menukar uang di Bank Papua, BRI, maupun Bank Mandiri yang ada di Waisai, tetapi mereka justru mengarahkan agar ditukar di sebuah toko jual beli mata uang, di Kampung Baru Kota Sorong,” kata Lindert dengan kecewa.

Lindert berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Raja Ampat ke depan bisa menyediakan fasilitas money changer sehingga masyarakat pemilik homestay, maupun penyedia tourslokal di Raja Ampat maupun wisatawan asing yang datang tak kesulitan menukarkan mata uang negara mereka ke rupiah.

 

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]