× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Raih Pendanaan Rp 7 Miliar, Magalarva Akan Tingkatkan Kapasitas Produksi

By Redaksi

Magalarva akan segera membangun pabrik utama di area Jabodetabek, pasca mengantongi dana US$ 500 ribu atau sekitar Rp 7 miliar. Dana tersebut diperoleh dari salah satu perusahaan multinasional terbesar di Indonesia yang memberikan dukungan bagi Startup pengolah sampah menjadi protein berkelanjutan tersebut.

Chief Executive Officer (CEO) Magalarva, Rendria Labde tak menyebutkan sang penyokong dana yang memberikan modal tahap awal (round seed) itu. Namun dana tersebut akan digunakan untuk peningkatan kapasitas produksi. “Kami akan meningkatkan kapasitas produksi menjadi lima ton larva per hari dan mengolah limbah organik hingga 30 ton per hari,” ungkap Rendria seperti dikutip Katadata, Rabu (12/6).

Magalarva merupakan salah satu finalis Future Agro Challenge 2017, dan menjadi salah satu startup yang terpilih ke dalam gelombang pertama SKALA pada akhir 2018. SKALA sendiri adalah sebuah program akselerator yang diprakarsai oleh Innovation Factory milik Salim Group dan Gree Ventures, perusahaan yang memberi Magalarva dana pre-seed.

Magalarva memulai risetnya tahun 2017. Riset pertama mengenai larva lalat tentara hitam (Black Soldier Fly) yang dilanjutkan dengan proses produksi di pabrik pertama. Perusahaan berjalan sejak Agustus 2018. Hingga kini, Magalarva telah memproduksi sekitar 50 ton larva, 30 ton pupuk organik, dan mengolah lebih dari 200 ton limbah organik. Melalui bisnisnya, Magalarva bertujuan mengurangi sebanyak-banyaknya limbah organik yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Sampah diolah menjadi sumber protein berkualitas yang dapat menggantikan tepung ikan dalam pakan ternak atau makanan hewan peliharaan.

Selain untuk meningkatkan kapasitas produksi, menurut Rendrian, pihaknya akan mengalokasikan dana untuk riset dalam peningkatan efisiensi dan otomasi produksi, memperbesar tim sambil merekrut tenaga profesional, serta membuka akses pasar pakan global.

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]