× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Raffauf Ubah Limbah Gandum Jadi Busana Modis

By Redaksi
Koleksi Busana Raffauf dari Bahan Limbah Gandum. Foto : Raffauf

MajalahCSR.id – Inovasi industri busana tak lagi melulu soal desain, kini tren bahan atau material pun menjadi perhatian para produsen fesyen dunia. Salah satunya brand RAFFAUF. Meskipun namanya masih asing di telinga konsumen Indonesia, RAFFAUF sudah malang melintang selama 30 tahun di industri fesyen. Menariknya, selain mengedepankan desain, brand ini juga dikenal amat peduli dengan isu lingkungan. Tak heran, material produk mereka selalu mempertimbangkan dampak bagi alam.

Koleksi terbaru RAFFAUF bahkan membuktikan, di saat yang sama fesyen dapat mempertemukan isu keberlanjutan dengan keindahan. Mengutip Inhabitat, produk ini salah satu komponennya terbuat dari bahan yang biasanya teronggok di tempat pembuangan: limbah gandum. Material ini mereka manfaatkan sebagai lapisan khusus produknya. Hal ini membuat produk busana jadi tahan air.

Lantas bagaimana ceritanya limbah gandum bisa jadi lapisan busana? Gandum biasanya dipisahkan dari sekam sebelum diproses. Saat kulit dan minyak terambil dari sekam, yang tertinggal adalah material mirip lapisan lilin dan biasanya dibuang. Saat belum diolah, material lilin ini sulit digunakan. Tapi setelah dipanaskan dalam beberapa jam, zat tersebut mencair.

Setelah cairan itu dicampur dengan bahan lain, siap untuk mengaplikasikannya pada busana agar bisa tahan air sehingga tak meninggalkan noda.  Hal terbaiknya, tak perlu lagi memusingkan produk limbah industri makanan ini. Caroline Raffauf, desainer dan pemilik brand ini, menyematkan komentar dalam pres rilis produk terbarunya,”Pelapis tekstil yang bernilai tanpa perlu berebut dengan (industri) makanan”.

Lapisan ini terbuat dari 90% sisa pengolahan gandum. Tahan terjadap air termasuk jus buah. RAFFAUF memakainya untuk melapisi koleksi linen terbaru mereka demi mengkreasikan fungsi dan gaya untuk masa depan fesyen yang berkelanjutan. RAFFAUF berbasis di Berlin, Jerman, dan memang khusus mendesain koleksi busana dan asesoris yang ramah lingkungan. Mereka terlebih dulu mengkreasikan busana dari daur ulang plastik PET, serta lilin lebah. Desainnya “timeless”, sehingga tetap up to date memakainya kapan pun.       

Redaksi

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]