× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

PT Pertamina RU IV Cilacap Membangun Ekonomi Kreatif di Desa Kemiren

By Redaksi
Pertamina RU IV Cilacap Kembangkan dan Berdayakan Kampung Kemiren Asri. Foto : Istimewa

Pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat pedesaan masih perlu dikembangkan lebih lanjut di Indonesia. Selain bisa menekan angka urbanisasi, pemberdayaan pedesaan pun bisa menjadikan desa mandiri yang turut berperan memajukan perekonomian secara nasional.

Situasi yang sama terjadi di Kampung Kemiren Asri, Kelurahan Tegal Kamulyan, Kabupaten Cilacap. Sebelumnya kampung ini dihuni oleh warga yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan. Yang cukup memprihatinkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di sana  masih sangat tertinggal. Dari pemetaan yang dilakukan PT Pertamina RU IV Cilacap pada 2016 terdapat 36 kasus gizi buruk. Lebih dari 20 warga di sana bahkan masih tergolong buta huruf.

PT Pertamina RU IV Cilacap menyadari bahwa Kampung Kemiren Asri merupakan wilayah Ring I operasional mereka. Sehingga PT Pertamina terpanggil untuk turut memajukan kawasan sosial yang ada di sekeliling mereka melalui program yang dicanangkan perusahaan.

Hasil Olahan Warga Kampung Kemiren Asri yang Dibina Pertamina RU IV Cilcacap yang Dipresentasikan di Ajang PR Indonesia Award 2020, Kamis (5/3/2020). Foto : Istimewa

Aktivitas program Kemiren Asri yang digagas Pertamina RU IV Cilacap, terdiri dari 10 kelompok pengembangan dan 3 kelembagaan yang berarti totalnya ada 13 kelompok. Kelompok ini diantaranya: 1. Kelompok Keaksaraan Fungsional, 2. Kelompok Budidaya Jamur, 3. Kelompok Budidaya Cacing, 4. Kelompok Budidaya Bebek, 5. Kelompok Budidaya Basur, 6. Kelompok Budidaya Lele, 7. Kelompok Pupuk Organik, 8. Kelompok Jamu Tradisional, 9. Kelompok Kebun dan Gizi, 10. Kelompok Kerajinan Tangan atau Handicraft.

Sementara kelembagaan terdri dari: 1.Koperasi Kemiren, 2. Posyandu, dan 3. Pos PAUD. Seluruh kegiatan ini idenya tak hanya dari Pertamina, melainkan juga dari warga setempat yang bernama Rumdani Prapti Sumiwi. Perempuan yang pernah mendapat penghargaan Local Hero Awards ini sangat berperan untuk kemajuan warganya mulai dari mentor kelompok keasaran fungsional hingga pembicara pelatihan budidaya jamur tiram.

Program Kemiren Asri ini berdampak amat positif, di mana nyaris tak ada lagi sampah (terutama organik) yang terbuang. Semuanya bisa dimanfaatkan melalui masing-masing kelompok terpadu. Kemiren Asri pun kini memiliki 23 produk unggulan selain mampu menurunkan tingkat buta huruf sampai 100%. Secara ekonomi, masyarakat menjadi terbantu dalam menjual beragam produk mereka.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]