× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

PT Pertamina EP Sangasanga Cegah Stunting Berbuah Prestasi

By Redaksi
Paparan Pertamina EP Sangasanga Kutai Kartanegara Community Based Health Care System di Ajang PR Indonesia Award, Kamis (5/3/2020). Foto : Istimewa

Ada ungkapan mengatakan, sehat itu mahal. Ternyata itu tak sepenuhnya benar. Setidaknya bila ada perusahaan yang peduli dengan isu kesehatan, maka ungkapan itu tak berlaku. PT Pertamina EP Sangasanga melalui program “Prokesmas Puja”atau Program Kesehatan Masyarakat Terpadu Kecamatan Samboja di Kabupaten Kutai Kartanegara menyorot soal stunting yang banyak terjadi di wilayah tersebut.

Stunting merupakan ancaman bagi generasi mendatang. Karena bayi atau anak yang terkena, akan mengalami kegagalan pertumbuhan tubuh maupun fungsi otak. Hasil riset pada 2019 menunjukkan prevalensi bayi stunting di Indonesia menyentuh 27,67 % (Hasil Studi Status Gizi Balita Indonesia 2019). Artinya lebih dari seperempat bayi di tanah air mengalami gangguan stunting. Fakta yang tentunya mengkhawatirkan. Padahal Indonesia digadang-gadangkan akan memiliki generasi emas pada 2045 mendatang.

Melalui program Community Development, PT Pertamina EP Sangasanga turut berupaya mengentaskan permasalahan stunting ini khususnya di Samboja, Kutai Kartanegara. Wilayah yang mendapat perhatian ada dua kelurahan yaitu Kelurahan Sungai Seluang dan Kelurahan Margomulyo. Dengan pendekatan community based health care system, aksi yang dilakukan PT Pertamina EP Sangasanga cukup variatif. Mulai dari promosi peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan penyakit, dan pemulihan penyakit.

Selain isu kesehatan, Pertamina EP Sangasanga pun turut membantu permasalahan narkoba dengan membentuk kader kesehatan di tingkat remaja. Fungsinya untuk mensosialisasikan bahaya narkoba. Meskipun baru berlangsung satu tahun, program Proksemas Puja mendapat 3 penghargaan, mulai dari Pertamina Local Hero Award, CSR di bidang kesehatan dari Pemerintah Kutai Kertanegara, dan CSR bidang kesehatan dari Kementerian Kesehatan RI tahun 2019.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]