× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

PT Indo Tambangraya Megah Tbk Kelola Keanekaragaman Hayati di Lahan Tambang

By Redaksi
Diskusi Buku Keanekaragaman Hayati PT Indo Tambangraya Megah Tbk

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bersama dengan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITM) kembali menggelar diskusi buku hasil studi 8 tahun soal keanekaragaman hayati di Kalimantan Timur.

Bedah buku ini diselenggarakan di Fakultas Kehutanan, Universitas Mulawarman Samarinda Kalimantan Timur, Kamis 3 Oktober 2019, dengan pembicara Siti Sofiah dan Trimanto peneliti dari Kebun Raya Purwodadi – Pasuruan Jawa Timur (KRP) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebagai penulis buku. Hadir sebebagai pembahas Dr. Paulus Matius (Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman) dan Rudiansyah, M.Si (Dinas Lingkungan Hidup Kalimantan Timur). Sementara itu sebagai narasumber dari ITM, adalah Ignatius Wurwanto, Direktur Sustainable Development  and Risk Management.

Buku yang berjudul Saat Tambang Mengelola Keanekaragaman Hayati ini merupakan publikasi hasil penelitian LIPI semenjak 2010 tentang konservasi keanekaragaman tumbuhan di area konsesi anak usaha ITM. Selain mencatat keanekaragaman hayati sebagai kekayaan tumbuhan di Kalimantan Timur, penelitian tersebut juga menyelamatkan spesies-spesies lokal yang pada akhirnya akan dikembalikan ke habitat aslinya pada masa pasca tambang. Tujuan dari studi keanekaragaman hayati ITM adalah membuat model reklamasi tambang khususnya batubara berbaseis konservasi keanekaragaman hayati.

Beragam Masukan Didapat dari Diskusi

Diskusi Buku kedua setelah yang pertama dilakukan di Jakarta tahun lalu, berlangsung dengan hangat dengan munculnya beragam saran dan kritik dari peserta. Penajaman-penajaman penyajian data serta komitmen Perusahaan kedepan menjadi sorotan penting peserta dan pembahas.

Siti Sofiah dalam kesempatan itu menyatakan bahwa masukan yang ada akan menjadi pengayaan bagi buku ini.

Diskusi Buku Keanekaragaman Hayati oleh PT Indo Tambangraya Megah Tbk

“Masukan dari audiens ini menarik dan penting, selain kontekstual karena mereka dekat dengan lokasi operasional Perusahaan, juga disampaikan oleh para ahli di bidang kehutanan maupun lingkungan,” papar Siti Sofiah.

Kegiatan penambangan memang sudah seharusnya disertai prinsip-prinsip konservasi sebagai bagian kegiatan reklamasi lahan bekas tambang agar secara efektif dapat mencegah berkurangnya keanekaragaman hayati, bahkan kepunahan. Pemanfaatan kekayaan alam harus dilakukan dengan bertanggung jawab, untuk menghindarkan praktik yang mengancam kelestarian keanekaragaman hayati di tanah air yang diperkirakan mencapai sekitar 2 juta spesies.

Dimulai semenjak tahun 2010, Proyek Konservasi Keanekaragaman Hayati ITM sampai dengan akhir tahun 2017 berhasil menyelamatkan 160 spesies yang kemudian dikonservasi dan ditanam sebagai koleksi nasional di Kebun Raya Purwodadi, Pasuruan Jawa Timur.  Jumlah ini mencakup sekitar 2.5% dari seluruh koleksi spesies di Kebun Raya Purwodadi LIPI, Jawa Timur.

Program konservasi keanekaragaman hayati ini juga telah melahirkan konsep pengayaan dan pemanfaatan spesies lokal pada kegiatan penanaman kembali (revegetasi) di lahan bekas tambang anak perusahaan ITM, yakni  di PT Bharinto Ekatama (BEK) dan PT Indominco Mandiri (IMM). Hasil kajian konservasi Keanekaragaman Hayati dari hutan Kalimantan Timur mengenai aspek biotik, abiotik dan etnobotani pada dua anak perusahaan ITM tersebut, juga telah memperkaya khazanah penelitian tanaman di Indonesia.

Saat ini BEK dan IMM menggunakan metode penyelamatan spesies di lahan pra tambang mereka sebagai bagian dari standar operasional  penambangan. Tak hanya sebagai tanaman sisipan, tanaman perintis pada area revegetasi pun telah memanfaat  tanaman lokal yang ada.

Ignatius Wurwanto, dalam kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa penambangan yang terencana dan bertanggung jawab adalah bentuk dari komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan.

“Kami berharap upaya ini menjadi pendorong untuk praktik penambangan yang lebih baik di Indonesia,” tambahnya.

Publikasi buku ini juga diharapkan dapat memberikan sumbangan pada peningkatkan praktik  reklamasi lahan bekas tambang  berbasis biodiversitas di Indonesia.

ITM dan UNMUL Bersepakat untuk Bekerjasama

Dalam kegiatan ini juga ditandatangani nota kesepahaman antara Universitas Mulawarman dengan PT Indo Tambangraya Megah Tbk untuk bekerjasama dalam bidang terkait Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Rektor Universitas Mulawarman, Prof. Dr. H. Masjaya M.Si, menyampaikan harapannya bahwa seharusnya institusi seperti perusahaan swasta juga perguruan tinggi dapat membuat karya yang monumental dan bermanfaat bagi generasi mendatang.

“Buatlah warisan yang baik, bagi generasi pada 10 hingga 100 tahun ke depan,” katanya. Prof. Masjaya mengapresiasi inisiatif ITM sekaligus menyampaikan keinginanya dengan MoU tersebut lahir inisiatif yang strategis pengembangan Kalimantan Timur terutama pada bidang pendidikan dan konservasi alam.

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]