× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Program Pemberdayaan Ekonomi Berkelanjutan bagi Komunitas Penyandang Disabilitas

By Redaksi
Dok. Maybank

Yogyakarta – Majalahcsr. Pemberdayaan masyarakat terutama pada kaum yang dipandang sebelah mata membuat kaum tersebut mandiri. Hal ini melatar belakangi PT Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) meluncurkan program pemberdayaan ekonomi bagi komunitas penyandang disabilitas bernama “Reach Independence & Sustainable Entrepreneurship” (RISE) di Indonesia.

Program RISE bertujuan membangun dan meningkatkan kapabilitas usaha para penyandang disabilitas sehingga dapat memberikan dampak positif bagi komunitas di sekitarnya. Dengan peningkatan kapabilitas usaha, para penyandang disabilitas bukan hanya dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi sesama komunitas penyandang disabilitas tetapi juga dapat mempekerjakan orang lain, termasuk masyarakat marjinal sehingga dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat di sekitarnya.

“Melalui program RISE, Maybank Group turut mendukung upaya membangun komunitas berdikari, dengan menjangkau lebih banyak penerima manfaat dan berdampak positif bagi masyarakat, selaras dengan misi humanising financial services. Program ini juga selaras dengan misi ASEAN dan lima sasaran United Naitons Sustainable Development Goals yaitu tanpa kemiskinan, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan yang layak dan mengurangi kesenjangan,”ujar Chairman Maybank Group Datuk Mohaiyani Shamsudin dalam rilisnya, Senin (26/2).

RISE merupakan program pembinaan kewirausahaan (entrepreneur mentorship) dan keuangan kepada para penyandang disabilitas. Program ini terdiri dari program pelatihan selama 3 (tiga) hari dan dilanjutkan dengan program mentoring terstruktur kepada para penerima manfaat selama 3-6 (tiga-enam) bulan.

Selama masa pelatihan, para peserta penyandang disabilitas akan dibekali dengan pengetahuan pengelolaan keuangan, strategi pemasaran dan perubahan pola pikir (mindset) dalam mengelola usaha. Kemudian dalam program mentoring, para peserta akan didampingi mentor secara personal untuk meningkatkan pendapatan dan kapasitas usaha.
Dalam pelaksanaan program ini, Maybank Foundation dan Maybank Indonesia dibantu People Systems Consultancy.

“Pemberdayaan ekonomi merupakan salah satu fokus corporate responsibility Maybank Indonesia. Selaras dengan misi perusahaan humanising financial services, Maybank Indonesia secara konsisten memberikan perhatian kepada individu maupun komunitas wirausaha penyandang disabilitas dengan berbagai program yang bertujuan untuk meningkatkan semangat pantang menyerah, percaya diri serta meningkatkan keterampilan hingga meningkatkan kapasitas usaha untuk mencapai masa depan yang mandiri dan sejahtera melalui program RISE,” kata Presiden Direktur Maybank Indonesia, Taswin Zakaria.

Pada awalnya, program RISE dilaksanakan di Malaysia sejak September 2014 dan berhasil mencapai kesuksesan, dengan membukukan 411,7% rata-rata kenaikan pendapatan dari 40 peserta terbaik dalam periode 6 (enam) bulan yang berakhir April 2015. Pada saat itu, program RISE telah diikuti lebih dari 1.300 peserta di Malaysia kemudian pada 2016 mulai dikembangkan ke regional, termasuk ke Indonesia dan Filipina.

Di Indonesia, proyek percontohan (pilot project) program RISE dilaksanakan kepada 211 penyandang disabilitas di Jakarta dan Yogyakarta pada 2016. Serangkaian program pelatihan kemudian dilakukan selama 2017 kepada 94 penyandang disabilitas di Bali, 119 penyandang disabilitas di Tangerang dan 110 penyandang disabilitas di Bogor serta pada 2018 kepada 55 penyandang disabilitas di Yogyakarta serta 99 penyandang disabilitas di Malang. Dari pelaksanaan pilot project hingga pelaksanaan program yang ditargetkan selesai pada 2019, diproyeksikan untuk menjangkau total 2.200 penerima manfaat di Indonesia.

Meskipun program ini akan berakhir pada 2019 tetapi saat ini Maybank sedang mempersiapkan keberlanjutan dari program agar tercipta role model entrepreneur dari kalangan penyandang disabilitas sehingga dapat memacu rekan-rekan lainnya. Dirinya juga berharap program ini dapat membangun dan meningkatkan kapabilitas usaha mikro-UKM sehingga dapat memberikan dampak positif bagi komunitas di sekitarnya.

Melalui yayasan sosial yang dimiliki Maybank Group, yakni Maybank Foundation bersama PT Bank Maybank Indonesia Tbk telah melakukan proyek percontohan dan serangkaian implementasi di beberapa kota. Akhirnya peluncuran program pun dilakukan di Yogyakarta.

Peluncuran program ini dipimpin Chairman Maybank Group dan Maybank Foundation Datuk Mohaiyani Shamsudin bersama Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria, CEO Maybank Foundation Shahril Azuar Jimin, dan anggota Board of Trustee Maybank Foundation, masing-masing Datin Paduka Marina Mahathir, Dato’ V Danapalan dan Budhi Diyah Sitawati.

Turut hadir dan menyaksikan juga, Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X beserta Gusti Kanjeng Ratu Hemas, Walikota Yogyakarta H. Haryadi Suyuti, Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sarjito, Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK, Horas V.M. Tarihoran dan Kepala Kantor OJK Yogyakarta, Untung Nugroho, serta Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, Budi Hanoto.

Berdasarkan survei Nottingham University, dari awal implementasi program hingga Juli 2017, sebanyak 40% peringkat terbaik dari penyandang disabilitas yang mengikuti program ini, telah berhasil memulai atau meningkatkan kapabilitas usaha hingga 351,8%.

Redaksi

“Yang minum obat setiap hari itu tidak hanya kamu. Yang sakit diabetes juga minum obat. Yang hipertensi juga rajin minum obat.” Itulah kata-kata yang Tice sampaikan kepada Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang ia dampingi agar mau rajin terapi dan minum obat. Tice adalah seorang ibu rumah tangga yang berkomitmen menjadi pendamping ODGJ, bukan perawat […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]