× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Potensi Wiraswastawan Bengkel Muda di Enduro Sudent Program

By Redaksi
Dok. Pertamina Lubricants

Semarang – Majalahcsr. Tenaga muda produktif di Indonesia harus bisa mandiri, setidaknya di masing-masing bidang yang mereka tekuni. Diharapkan kemandirian masyarakat akan terbangun secara berkelanjutan dimana para peserta dapat terus membangun mimpi mereka, membuka lapangan pekerjaan, membangun ekonomi setempat dan menjadi inspirator bagi rekan-rekan mereka.

PT Pertamina Lubricants melalui Sales Region IV, kembali meluncurkan program Corporate Social Responsibility (CSR). Enduro Student Program ini adalah program Creating Shared Value (CSV) program rangkaian pendidikan, pelatihan dan kewirausahaan mandiri khususnya di dunia perbengkelan roda dua bagi siswa-siswi terpilih dari berbagai SMK Otomotif dan Teknik unggulan serta SMA pelatihan dan entrepreneurship perbengkelan roda dua dalam rangka menciptakan tenaga muda produktif dan mandiri Indonesia di Semarang.

Peluncuran program ini ditandai dengan penandatangan Perjanjian Kerjasama antara PT Pertamina Lubricants dan Lembaga Pelatihan Keterampilan (LPK) Djineka Abadi Pendurungan Semarang. Serta Penyerahan Peserta didik ESP dengan penyematan wearpack Bengkel Enduro oleh Pjs. Sales Region Manager IV Semarang PT Pertamina Lubricants kepada perwakilan peserta dari SMK 2 Tengaran dan dihadiri oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Prov Jateng, M. Kamil, Ketua LPKS Djieneka Abadi H.Faizin, ST, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov Jateng.

Perekrutan peserta pelatihan ESP ini melibatkan berbagai wilayah di Semarang dan sekitarnya, seperti Kota Semarang, Kab. Semarang, Kab. Demak dan Kab. Blora. Total peserta berjumlah 21 siswa dari berbagai SMK antara lain SMK 3 Demak, SMK 3 Semarang, SMK 5 Semarang, SMK 7 Semarang, SMk Muhammadiyah Blora, SMK 1 Tengaran, SMK Migas Cepu, SMK 1 Bawen, SMK 1 Jambu, SMK 1 Ambarawa dan lainya.

Dok. Pertamina Lubricants

ESP terdiri dari berbagai tahapan. Tahapan pertama adalah pelatihan teknis sepeda motor dan non-teknis selama 34 hari. Kemudian, peserta juga akan menerima materi non-teknis, yaitu materi yang lebih bertujuan untuk membangun karakter dan kreativitas entrepreneurship peserta ESP.

“Untuk menjalankan sebuah usaha ada banyak persiapan. Hal yang paling penting adalah persiapan ilmu dan mental. Oleh karena itu, rangkaian pelatihan teknis dan non-teknis harus dilakukan. Peserta ESP juga tidak boleh berhenti belajar setelah pelatihan selesai, karena dunia teknologi motor juga selalu berubah dan berinovasi, maka peserta juga harus mampu mengikuti perkembangan zaman khususnya untuk dunia sepeda motor,” ujar  Sales Region IV Manager, Putu Denik Suastika.

Setelah menyelesaikan pelatihan teknis sepeda motor dan pelatihan non-teknis, peserta akan melakukan magang di bengkel mitra binaan PT Pertamina Lubricants. Setelah peserta melakukan magang, mereka akan dibekali dengan pelatihan wirausaha, pelatihan lingkungan dan perencanaan bisnis oleh para ahli di bidangnya.

Secara keseluruhan, ESP telah mencetak lebih dari 29 bengkel mandiri. Kegiatan ini didiharapkan akan melahirkan kembali bengkel-bengkel mandiri di wilayah lainnya dan mampu meneruskan semangat belajar dan wirausaha muda di seluruh Indonesia.

Dok. Pertamina Lubricants

“Kami harap dengan adanya program ESP ini, PT Pertamina Lubricants dapat lebih memberi dan membagikan manfaat ke masyarakat luas khususnya lulusan SMK yang ingin berwirausaha untuk jangka panjang. Tidak hanya itu bengkel milik peserta nanti juga kami harapkan akan maju dan berkembang dengan pendampingan yang dilakukan.” Lanjut Putu Denik Suastika.

Program berkelanjutan ini diharapkan dapat menumbuhkan usaha perbengkelan di wilayah Sulawesi Selatan dan juga turut membangun semangat jiwa muda Indonesia untuk terus bekerja keras dan bersemangat tinggi. Kedepannya, program ini akan dilanjutkan dan direplikasi ke wilayah pabrik PT Pertamina Lubricants lainnya dan juga di wilayah Sales Region Pertamina Lubricants dari seluruh Indonesia.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]