× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Potensi Tambang Rakyat yang Terus Dihambat

By Redaksi
Diskusi Lebih Menguntungkan Mana Penambang Rakyat atau Freeport

Potensi ekonomi dari tambang rakyat sangat besar.

Selama ini tambang rakyat identik dengan stigma perusak lingkungan. Dituduh seakan tak ada manfaat bagi sektor lain dari aktivitas tambang rakyat. Namun, di balik semua itu, petambang rakyat justru turut memajukan perekonomian wilayahnya. Fakta ini yang menurut Ketua Umum Asosiasi Petambang Rakyat Indonesia (APRI),  Gatot Sugiharto dalam acara diskusi media berjudul “Lebih Menguntungkan Mana Tambang Rakyat atau Freeport?” di Neighbor Coffee spot, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (5/8/19).

“Penambang rakyat itu aktivitasnya dianggap haram, tapi uangnya halal,” kata Gatot setengah becanda.

Gatot mengingatkan, pentingnya peran petambang rakyat dalam kemajuan ekonomi lokal maupun nasional. Data dari lembaga yang dipimpinnya menunjukkan,  aktivitas tambang rakyat punya nilai manfaat ekonomi yang melebihi tambang milik korporasi. PT Freeport yang menguasai tambang di Papua, memiliki luas lahan garapan 212.950 ha dan mempekerjakan 7000 karyawan. Sementara PT Newmont lahan garapannya seluas 1.127.134 ha dan karyawannya lebih kurang 12.000 orang. Petambang rakyat luas lahannya hanya 18.000 ha tapi jumlah penggarapnya mencapai 3,6 juta orang.

No. Uraian Big Company (Mining and Plantation) Tambang Rakyat
1 Perbandingan manfaat lahan Freeport Lahan : 212.950 ha, jumlah karyawan: 7000 Newmont Nusa Tenggara Lahan : 1.127.134 ha 1 ha = 200 penambang 18.000 ha = 3,6 juta penambang
2 Produksi emas Freeport : 45 ton per tahun Newmont : 20 ton per tahun ANTAM : 4 – 5 ton per tahun Tambang rakyat: 1,2 jutax 0,5 gram x 200 hari = 120 ton per tahun
3 Potensi penerimaan negara Freeport : Rp 8T per tahun ANTAM : Rp 200 M per tahun Kebun sawit (14 juta ha) : Rp 20 T per tahun Tambang rakyat 18.000 ha : Rp 25 T per tahun
4 Pengeluaran negara Pembelian saham 51% Freeport : Rp 56 T Rp 100 M digunakan rapat dan diskusi di hotel dan lainnya tanpa melibatkan penambang rakyat

“Mahkamah konstitusi sudah mengeluarkan peraturan nomor 30/PUU-VIII/2010 yang isinya jelas penambang rakyat yang seharusnya diprioritaskan. Namun kenyataan yang terjadi sebaliknya,” sesal Gatot.  Begitupun dengan berbagai peraturan lainnya, seperti UU No 4 Tahun 2009 tentang Minerba. Beberapa pasal dalam UU tersebut seperti pasal 23, 24, dan 26 dalam implementasinya malah berkebalikan.

Hambatan di pertambangan rakyat dimulai dari tidak adanya definisi tambang rakyat di UU tersebut di atas. Sehingga ketidakjelasan ini seringkali menjadi senjata untuk menekan penambang rakyat. Ijin pun dipersulit, sehingga banyak penambang kecil kesulitan mendapatkan ijin usaha. Menurut Gatot, PDB per kapita nasional di tahun 2018 adalah Rp. 56 juta atau senilai USD 3,927. Padahal minimum per kapita penambang ada di USD 6,300 atau setara Rp 90 juta.

Sementara itu terkait lingkungan, aktivis sosial, praktisi  bisnis, dan mantan wartawan, Iwan Piliang menyatakan kaitan dengan penggunaan merkuri yang membahayakan lingkungan kini sudah ada solusi.

“Di ASPRI sudah ada cara penambangan yang tak lagi memakai merkuri atau sianida yang mencemari lingkungan,” kata Iwan dalam kesempatan diskusi tersebut. Dengan kata lain, sudah meratifikasi konvensi Minimata.

Diskusi ini mengundang sejumlah pihak berkompeten termasuk awak media. Gatot masih dalam pernyataannya mengatakan, diskusi ini bukan bermaksud menyepelekan korporasi. Namun, agar semua pihak melihat potensi tambang rakyat yang tidak dibilang kecil dan bisa memberikan solusi ekonomi bagi pemerintah. “Kami pun siap bekerjasama dengan pihak manapun,” cetus Gatot. Gatot berharap tambang rakyat bisa diperlakukan sebagaimana mestinya oleh pemerintah.

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]