× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

PLTA Ramah Lingkungan di Sumut

By Redaksi
Dok. NSHE

Jakarta – Majalahcsr. Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) ternyata bisa dibuat menjadi ramah lingkungan. Konsep ini dikenal sebagai run of river Hydropower di mana prinsip kerjanya dilakukan dengan memanfaatkan aliran air sungai tanpa perlu membangun bendungan yang menimbulkan daerah genangan luas.

Membangun PLTA bisa dilakukan dengan genangan pada kolam harian berukuran kecil. Tdari 24 ha badan sungai yang sudah ada dan 66 ha tambahan area yang akan menggenangi daerah yang sangat curam dan tidak terdapat pemukiman penduduk.

Salah satu yang diklaim sebagai proyek pembangkit yang ramah lingkungan adalah proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Batangtoru. Manajer Humas PT North Sumatra Hydro Energi (NSHE) Agus Supriono mengatakan PLTA berkapasitas 510 megawatt (MW) itu telah memenuhi sejumlah persyaratan perizinan terkait analisis mengenai dampak lingkungan (amdal), analisa risiko lingkungan, aspek-aspek sosial dan lingkungan hidup serta perizinan lain terkait lingkungan dan pembangunan.

PLTA Batangtoru dibangun pada Area Penggunaan Lain (APL) dan secara hukum bukan merupakan kawasan hutan. APL Batangtoru merupakan kawasan yang dicadangkan dan dialokasikan pemerintah provinsi Sumut dan mendapatan persetujuan Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan (KLHK) untuk dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik.

“Kami sangat memahami hutan merupakan bagian penting untuk menjaga suhu bumi agar tidak naik. Untuk itu, kami tidak akan pernah mengorbankan hutan apalagi hutan primer dan kawasan konservasi serta merusak keanekaragaman hayati dalam pembangunan PLTA. Hal ini sudah menjadi komitmen kami sejak awal,” kata Agus, dalam keterangan tertulisnya, yang dilansir oleh Kontan, Senin (14/5).

Dok. Menlhk.go.id

Menurutnya, hutan yang terjaga justru menjadi bagian penting dari program pembangunan PLTA Batangtoru untuk menjamin ketersediaan air sebagai bahan baku utama. Namun jika hutan rusak akan berpengaruh pada ketersediaan pasokan air penggerak turbin.

Selain mempertahankan kawasan hutan yang ada di sekitar konsesi PLTA, pihaknya akan menanam bibit pohon dan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan kepada masyarakat.

Agus menambahkan, PLTA Batangtoru merupakan bagian penting dari pembangunan infrastruktur dan ekonomi di Sumatera Utara untuk memenuhi pasokan listrik masyarakat. Proyek ini juga dipersiapkan untuk menggantikan pembangkit listrik berbahan bakar fosil, seperti minyak bumi, gas alam, dan batubara.

Pembangunan PLTA Batang Toru dengan kapasitas 4×127,5 MW ini berlokasi di Sungai Batangtoru, Desa Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara.

Target operasi (commercial operation date/COD) PLTA Batangtoru pada 2022 sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2016. Secara teknis, proyek ini berupa peaker, yakni hanya beroperasi saat terjadi beban puncak kebutuhan listrik.Konsumsi spesifik bahan bakar mencapai 0,24 liter per kWh dan tinggi jatuh air 276 meter.

 

“Yang minum obat setiap hari itu tidak hanya kamu. Yang sakit diabetes juga minum obat. Yang hipertensi juga rajin minum obat.” Itulah kata-kata yang Tice sampaikan kepada Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang ia dampingi agar mau rajin terapi dan minum obat. Tice adalah seorang ibu rumah tangga yang berkomitmen menjadi pendamping ODGJ, bukan perawat […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]