× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

PLN : Investor Silahkan Bisnis di Kalimantan, Pasokan Listrik Aman

By Redaksi
Dok. Katadata.co.id

Jakarta – Majalahcsr. PT. PLN (persero) mengajak para investor yang biasa menggelontorkan uangnya di pulau Jawa, untuk melirik membangun bisnis di Kalimantan. Pembangunan suatu industri sendiri biasanya memerlukan waktu 1 hingga 2 tahun, sejalan dengan pasokan tambahan listrik yang diperkirakan beroperasi pada 2019.

Direktur Bisnis Regional Kalimantan PLN, Djoko R Abumanan menyatakan  kesiapan PLN untuk terus mendukung dan memperkuat sistem kelistrikan. “Dialog ini untuk memberikan informasi terkait ketersediaan listrik di beberapa wilayah di Indonesia, terlebih wilayah industri ataupun potensi lainnya yang bisa dikembangkan, intinya menarik investor,” terangnya.

PLN, kata Djoko, terus mengawal pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Kalimantan untuk meningkatkan kualitas listrik khususnya Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimra).

Bahkan PLN Wilayah Kaltimra telah bekerjasama dengan swasta menggunakan skema excess power untuk untuk pasokan listrik di kawasan industri Kariangau sebesar 2×15 MW dan Kawasan Industri Tanah Kuning Bulungan sebesar 2×7 MW.

“Kami juga telah mendapat pelanggan baru, seperti Karawang International Industrial City (KIIC) dan Pelindo yang akan mengembangkan bisnisnya di Kalimantan, lokasinya di kawasan industri Buluminung di PPU (Kabupaten Penajam Paser Utara). Saat ini MoU (Momerandum of Understanding) terkait pasokan listriknya sedang disiapkan,” terang Djoko.

Kebutuhan listrik untuk industri rata-rata per hektare (ha) mencapai 200 kV. Untuk memperkuat sistem kelistrikan di Kalimantan, PLN tengah menyiapkan transmisi dan Gardu Induk yang akan beroperasi penuh pada 2019. Pembangunan GI dilakukan di kawasan industri Maloy di Kabupaten Kutai Timur.

PLN juga mengembangkan energi baru terbarukan (EBT) di Kalimantan. Sedikitnya 9 kawasan di Kaltim dan Kaltara masuk dalam rencana pengembangan EBT, yakni Penajam, Loa Janan, Muara Bengkal, Talisayan, Tabalar, Tanjung Redeb hingga Malinau.

 

Avatar

Redaksi

Boleh dibilang nyaris semua masyarakat Indonesia pernah makan di warung makan semisal warung tegal atau warteg. Ya, warung makan biasanya penyelamat perut sekaligus kantong di saat lapar tapi dompet tipis. Namun, sayangnya warung makan biasanya cenderung berkonotasi miring dari sisi higienitas. Proses pengolahan menu yang buruk, bahan yang cederung asal-asalan, dan buruknya sanitasi selalu diidentikkan […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]