× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Piring Cantik Ini Bisa Ditanam Jadi Pohon Nanas

By Redaksi
Piring Ramah Lingkungan Produksi Liifepack Mengandung Benih Nanas. Foto : Lifepack via Intelligentliving

MajalahCSR.id – Saat ini sudah banyak pelaku bisnis di berbagai negara yang menjalani profesi ecopreneur. Mereka mendesain produk ramah lingkungan, yang selain mempertimbangkan profit juga mengukur dampak produknya bagi lingkungan sekitar. Hal yang sama juga dilakukan perusahaan asal Kolombia bernama Lifepack. Perusahaan ini membuat piring makanan dari pucuk buah nanas. Tentu saja produk ini diklaim mereka sangat aman karena berbahan alami dan mudah terurai.

Tapi tak cukup sampai di situ. Piring tersebut bila ditanam di kebun atau pekarangan rumah anda, uniknya bakal tumbuh jadi pohon nanas! Piring inovatif ini ternyata mengandung benih nanas. Piring tersebut disebut bagian upaya Lifepack untuk mengurangi limbah plastik di negaranya bahkan kelak dalam lingkup global. Sebelumnya Lifepack memang dikenal sebagai produsen inovatif yang mengkreasikan produknya benar-benar “hijau”.

Sebelum piring, mereka mendesain cangkir kopi dan wadah sandwich yang juga mengandung benih sejumlah tanaman. Sebut saja stroberi, ketumbar, dan bayam.

Pendiri Lifepack, Claudia Barona berujar, “Kami memanfaatkan residu pertanian yang biasanya dibuang, lalu kami mengubahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat. Inilah yang menjadikan kami berbeda.”

Kembali ke soal piring. Para pekerja di salah satu pabrik Lifepack, Kalifornia, AS, mampu memproduksi 10 ribu piring dalam sehari. Lifepack mengumpulkan limbah pucuk nanas, dari pabrik pengolahan buah tropis ini yang berlokasi di dekat mereka, Deli Agro foods. Bahkan pabrik tersebut tak meminta biaya saat Lifepack mengambil produk limbah mereka.

“Kami juga mempromosikan ekonomi sirkular. Oleh sebab itu, saat mereka (Lifepack) kami merasa mereka akan mengolahnya dengan baik. Lifepack sedang melakukan pekerjaan penting. Kami sangat mendukung hal ini,” sebut Gloria Estella Ramirez, manajer Deli Agro Foods.

Lalu bagaimana karyawan Lifepack mengolah limbah itu jadi piring dan peralatan makan? Pertama mereka memotong tunas ujung buah (yang mirip rambut). Mereka kemudian mencampurkan tunas tersebut dengan kertas daur ulang. Setelah itu hasil percampuran diratakan menjadi lembaran. Langkah selanjutnya, lembaran di jemur di bawah panas matahari. Jika sudah kering, dimasukkan ke dalam mesin cetakkan.

Sejak diluncurkan perusahaan, permintaan produk ini meningkat sampai 40%. Lifepack menjualnya di gerai supermarket lokal. Selain iitu mereka memanfaatkan website untuk memperluas pasar. Harganya memang tergolong mahal dibanding piring plastik. Satu lusin dibandrol USD 2,50. Lifepack berencana mengembangkan bisnis ke depan dengan meningkatkan produksi dan juga mewaralabakan peerusahaan.

Seperti halnya negara lain, Kolombia pun bermasalah dengan limbah plastik. Hal ini mendorong Lifepack turut memberikan solusi atas permasalahan di negaranya. Membeli tempat makan, sekaligus benih untuk bercocok tanam di pekarangan rumah. Ide yang sangat luar biasa.  

Avatar

Redaksi

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]