banner
Penandatangan groundbreaking pembangunan PLTS antara Pertamina Hulu Rokan dan Pertamina New & Renewable Energy. Foto : Istimewa
Liputan

PHR dan PNRE Lakukan Groundbreaking PLTS 25 MW

181 views

MajalahCSR.id– Pertamina Hulu Rokan (PHR) dengan mitra kerja samanya Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) memulai proses pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Hal ini guna rangka pengurangan emisi karbon dan mendukung target pemerintah dalam mempercepat transisi energi dan target bauran energi dari Energi Baru Terbarukan (EBT). PLTS ini secara keseluruhan akan menempati lahan seluas 28,16 hektar yang berada di tiga lokasi yaitu Rumbai, Duri dan Dumai Camp. Pembangkit diharapkan mampu menghasilkan 25 Mega Watt untuk mendukung kegiatan operasi di WK Rokan.

Pembangunan PLTS ini ditandai dengan acara groundbreaking yang dihadiri oleh Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina (Persero), Mulyono, Komisaris Pertamina NRE, David Bingei, CEO Pertamina NRE, Dannif Danusaputro, Direktur Utama PT PHR, Jaffee A. Suardin, dan Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Rikky Rahmat Firdaus, Sabtu (23/4/2022).

“Proyek PLTS ini merupakan role model dan salah satu yang terbesar di Indonesia. PLTS yang diharapkan akan menghasilkan 25 MW ini merupakan bagian dari rencana Pertamina untuk mencapai 200 MW. Melalui pembangunan PLTS ini, WK Rokan memperoleh efisiensi sebesar USD 5 juta,” kata Mulyono.

Sementara itu menurut Jaffee, tenaga surya sebagai salah satu energi baru terbarukan bukan sekedar tren global yang diadopsi di Indonesia. “Transisi energi hijau yang berkelanjutan merupakan prioritas negara,” katanya.

PHR dalam hal ini, Jaffe melanjutkan, turut berpartisipasi dalam mendukung target pemerintah melalui Grand Strategi Energi Nasional untuk mempercepat transisi energi dan target bauran energi dari Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 23 % pada 2025 serta mencapai net-zero emissions di tahun 2060 dengan jangka menengah 29%-41% di tahun 2030.

“PLTS WK Rokan ini akan menjadi salah satu showcase energi bersih Pertamina di gelaran G20. Pertamina NRE akan terus berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan transisi energi yang berkelanjutan,” sebut Dannif dalam acara peresmian.

Pertamina Hulu Rokan (PHR) dan Pertamina NRE sebelumnya menandatangani nota kesepahaman pada 15 November 2021 untuk rencana penyediaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya di wilayah kerja Rokan Pertamina. Proyek ini juga akan mengoptimalkan penggunaan komponen dalam negeri sesuai dengan ketentuan pemerintah terkait TKDN.

Indonesia memiliki keunggulan berupa lokasi geografis yang sangat berpotensi untuk energi surya. Panel surya dengan teknologi fotovoltaik akan dipasang menggunakan dua metode yaitu yang terpasang di tanah (ground-mounted) dan yang berada di atap bangunan (rooftop). Energi surya yang ditangkap kemudian dikonversikan melalui inverter sehingga energi listrik tersebut selanjutnya digunakan di WK Rokan.

Melalui PLTS ini, dampak yang diharapkan tidak hanya mengurangi emisi karbon sebanyak 23.000 ton per tahun, namun juga adanya pengurangan pemakaian fuel gas sebesar 352 MMSCF per tahun serta penghematan biaya operasi sebesar 4.3 juta US$ per tahun. Selain itu, PLTS juga membantu mengurangi  pemanasan global yang dapat mengakibatkan perubahan iklim.

banner