× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Perusahaan Ini Bikin Dompet dari Kulit Apel dan Kayu

By Redaksi
Oliver Co. Membuat Dompet dan Card Holder berbahan Kulit Apel dan Kayu. Foto : Inhabitat

MajalahCSR.id – Anda termasuk penyuka dompet berbahan dasar kulit binatang asli, sintetis, atau bahan familiar lain? Dompet umumnya terbuat dari kulit binatang, sebut saja sapi, kerbau, buaya, ular, kanguru. Ada juga yang bermaterialkan bahan kanvas, kain, atau sejenis. Tak dipungkiri kualitas dompet juga menunjukkan gengsi si pemilik. Namun ada juga perusahaan yang mengedepankan material bahan yang aman bagi lingkungan.

Oliver Co., produsen dompet asal London, Inggris membuat terobosan produk. Mereka mendesain dompet dan penyimpan kartu nama unik yang terbuat dari kulit apel dan kayu. Dompet “keberlanjutan”atau “sustainable wallet” ini merupakan bagian dari upaya produsen untuk peduli pada lingkungan dengan memakai bahan ramah lingkungan.

Sang desainer dan pemilik bernama Matt Oliver, 27 tahun, mengaku cukup sulit uutk menemukan material “hijau” untuk lini produknya. Material hijau tersebut haruslah kuat dan berkualitas sama dengan dompet tradisional yang umumnhya terbuat dari kulit hewan. Matt mengaku menghabiskan 2 tahun lebih untuk menemukan bahan yang paling cocok untuk dompet buatannya.  Peusahaannya bahkan bekerja sama dengan Sustainable Angle, sebuah organisasi non profit yang berafiliasi dengan perusahaan-perusahaan kecil untuk suplai bahan ramah lingkungan.

Untuk kulit kayu, caranya dengan menyusun lalu mengikat kulit kayu tipis dengan perekat non racun. Melalui proses yang dilakukan, kulit kayu tersebut menjadi fleksibel, lembut. Adapun sentuhan goresan laser pada cetakan motif, menjadikannya seakan berbahankan kulit binatang. Dikutip dari inhabitat, bahan baku kulit kayu ini sudah tersertifikasi FSC yang berarti berasal dari hutan kayu berkelanjutan. Bahan ini mampu menekan emisi hingga 60% lebih rendah dari bahan kulit tradisional.

Sementara itu, kulit apel digunakan dengan memadukan komposisi masing-masing 50% kulit apel dan bahan katun kanvas polyester yang dilapisi polyurethane. Oliver Co. mendapatkan kulit apel dari wilayah yang disebut Bolzano dan merupakan sentra pengolahan apel. Alhasil, perusahaan ini mampu menekan limbah makanan. Menurut Oliver Co, dampak penggunaan kulit apel dikatakan lebih kecil dibandikan pemakaian material buatan.   

Oliver Co. dikabarkan masih terus berinovasi untuk mengedepankan aspek keberlanjutan dalam kegiatan bisnisnya.  Termasuk didalamnya mengusung kedekatan dengan penyuplai bahan baku agar memenuhi standar etikal produk dan transparan dalam menginformasikan bahan produknya. Lini produk selanjutnya akan dikembangkan mulai dari tas tenteng, kantung dan wadah laptop, dengan memakai kulit tanaman.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]