× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Perusahaan Energi Fosil Habiskan Jutaan Dolar untuk Kampanye Citra “Ramah” Lingkungan

By Redaksi
Api Menyembur dari Ladang Minyak Bumi Belridge Oil Field di California. (Foto: Citizens of the Planet/Education Images/Universal Images Group via Getty Images)

Begini metodenya: penyangkalan, penundaan, pembingungan, penyalahan konsumen, penyebaran kekhawatiran ekonomi, #greenwash, pengulangan.

Umumnya perusahaan energi fosil dan perusahaan penyumbang polusi lainnya menghabiskan jutaan dolar untuk kepentingan kampanye di media sosial (medsos). Tujuannya untuk mencermati inisiatif hijau dan “memahami” peraturan iklim, seperti dikutip dari The Guardian, Kamis (10/10/2019)

Dilansir dari The Guardian, organisasi nirlaba InfluenceMap yang mempelajari pendanaan iklan kampanye, perusahaan polutan sudah menghabiskan 17 juta dolar Amerika untuk biaya iklan di medsos sejak Mei 2018 silam. 

“ExxonMobil menghabiskan bujet 9,6 juta dolar Amerika, jumlah terbesar, lalu ConocoPhillips mengucurkan dana USD 910 ribu, dan British Petroleum membayar USD 790 ribu,”demikian laporan The Guardian. “Iklan dimaksud termasuk  soal isu populer pemakaian energi alternatif rendah karbon, tapi di saat bersamaan berkebalikan dengan kebijakan iklim, di mana mereka mempromosikan penggunaan campuran energi fosil.”   

Laporan ini juga menyebut, sejumlah inisiatif dilakukan perusahaan menangkis isu buruk pada mereka. Salah satunya dengan upaya perusahaan minyak di Colorado, Amerika. Di sana ada peraturan, setiap perusahaan minyak harus  memastikan lokasi sumur bor mereka minimal sejauh 2.500 kaki atau sekitar 760 meter dari tempat tinggal, sekolah, dan rumah sakit. Kampanye dilakukan menghadapi aksi pro kontra kehadiran perusahaan minyak dan gas (yang disebut Proposition 112) berupa voting warga Colorado. Kampanye yang dilakukan untuk mempengaruhi warga menghabiskan biaya USD 41 juta, pada Januari hingga Desember 2018.    

Inilah Salah Satu Iklan yang Digaungkan Perusahaan British Petroleum di Facebook Melawan Energi Alternatif. (Foto: The Guardian)

The Guardian melaporkan, uang yang dihabiskan untuk kampanye itu ada pengaruhnya:

British Petroleum (BP) memberikan santunan senilai USD 300 ribu kepada organisasi Protect Colorado pada Oktober 2018 menyusul upaya pemindahan pengeboran onshore mereka dari Houston ke Denver, Colorado. Perpindahan ini dilakukan untuk memasok kebutuhan negara sebesar 1,3 miliar barel minyak dan menambah kapasitas produksi. Ini menjadikan Colorado sebagai produsen minyak negara bagian terbesar ke lima di Amerika.

Tim analisa dari Guardian menyebut dari kampanye medsos Facebook, mengungkapkan Protect Colorado mampu mempengaruhi 3,3 juta pengguna Facebook sebelum voting suara warga di negara bagian berpenduduk lebih dari 5 juta orang itu. Voting tersebut akhirnya dimenangkan suara pro keberadaan perusaaan minyak dan gas.

“Kami ‘kehilangan’ 200 ribu suara. Kami meyakini, bahwa yang kontra (keberadaan perusahaan) akhirnya goyah oleh kampanye massif di medsos,”keluh seorang pendukung Proposititon 112 (anti perusahaan), Anne Lee Foster. “Perusahaan mampu meninmulkan keraguan. Mereka mengeksploitasi ketakutan orang-orang bahwa melawan perusahaan minyak, artinya menghilangkan kesempatan kerja yang sangat besar.”

Sumber:
https://www.commondreams.org/news/2019/10/10/fossil-fuel-firms-spend-millions-social-media-ads-against-climate-regulations-while

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]