× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Pertamina Optimalkan Penyaluran BBM Ke Labuan Bajo Lewat Jalur Alternatif

By Redaksi

Pertamina melakukan kerjasama dengan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) di Bima-NTB maupun di Ngada-NTT untuk memenuhi kebutuhan BBM di Labuan Lajo. Seperti diberitakan, jalur darat ke Labuan Bajo tidak dapat dilalui mobil tangki akibat longsor. Langkah antisipasi yang diambil adalah mengangkut mobil tangki menggunakan kapal feri.

Pengiriman telah mulai dilakukan. Pada Senin (11/3) lalu dilakukan pengiriman kedua. Pertamina mengerahkan 7 (tujuh) mobil tangki dari TBBM Bima dengan rata-rata kapasitas 8-16 Kilo Liter (KL) per/mobil dari Pelabuhan ASDP Sape – Kabupaten Bima. Berikutnya pada Kamis (14/3/2019) malam diberangkatkan 6 mobil tangki (Premium 32 KL, Solar 16 KL, Solar Nonsubsidi 32 KL, Kerosene 5 KL). Pada hari yang sama juga dilakukan pemberangkatan 10 (sepuluh) unit mobil tangki melalui Pelabuhan ASDP Aimere – Kabupaten Ngara.

Pada hari Rabu (14/3) kemarin, sebanyak 7 (tujuh) mobil tangki berkapasitas 5 hingga 16 KL akan kembali tiba dari TBBM Bima, untuk kemudian disalurkan ke SPBU di Labuan Bajo. Sedangkan Kamis (14/3), Pertamina mengerahkan 10 (sepuluh) unit mobil tangki untuk kembali menyalurkan BBM di wilayah tersebut, melalui Pelabuhan ASDP Aimere – Kabupaten Ngara.

“Kesepuluh mobil tangki tersebut membawa beberapa jenis BBM untuk kebutuhan di daerah terdampak. Antara lain tiga mobil dengan double kompartemen membawa Premium sebanyak 24 KL dan Biosolar sebanyak 24 KL. Kami mengirimkan 3 unit bridger untuk mensuplai Avtur  dan 1 unit lainnya Minyak Tanah,” ujar Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR V, Rustam Aji.

Rustam menjelaskan bahwa 10 mobil tangki dari TBBM Ende dan TBBM Reo berlayar khusus menggunakan kapal feri dari Pelabuhan ASDP di Aimere, langsung ke Labuan Bajo melewati jalur selatan Pulau Flores. Setelah menyalurkan BBM, kesepuluh mobil tangki tersebut kembali menggunakan kapal feri menuju ke TBBM Bima di Pulau Sumbawa untuk kemudian melayani penyaluran BBM secara rutin ke Labuan Bajo. Layanan ini akan berlaku selama kondisi infrastruktur jalur reguler dari TBBM Reo dan TBBM Ende yang terputus belum kembali normal dan kondusif.

Rustam menambahkan, kebutuhan BBM untuk masyarakat di Labuan Bajo, dilayani melalui 3 (tiga) SPBU di daerah tersebut, dengan penyaluran rata-rata harian untuk Gasoline (bensin) sebesar 48 KL (kilo liter) dan Gasoil (Diesel) sebesar 32 KL. Sementara kebutuhan rata-rata Avtur untuk memenuhi kebutuhan penerbangan di Bandara Komodo sebesar 15 KL/hari.

Pertamina juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, untuk kelancaran distribusi BBM tersebut, dan tetap mengutamakan aspek HSSE (Health, Safety, Security, Environment) dalam operasionalnya. Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan Pertamina, masyarakat dapat menghubungi Call Center Pertamina di nomor telepon 1500000 atau 135.**

 

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]