banner
Penandatangan nota kesepahaman (Head of Agreement) kerja sama anatara PT Pertamina NRE dan PT Perhutani dalam mewujudkan visi net zero emission melalui proyek Nature Based Solution, di Bogor, Jawa Barat, Senin (20/6/2022) kemarin. Foto : Istimewa
Liputan

Pertamina NRE dan Perhutani Sokong Net Zero Emission Lewat Nature Based Solution

35 views

MajalahCSR.id – Pertamina Power Indonesia sebagai Subholding Power & New Renewable Energy (Pertamina NRE) dan Perum Perhutani bersinergi mendorong percepatan pencapaian Nationally Determined Contribution Indonesia tahun 2030 serta mengembangkan visi Net Zero Emission di lingkup Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Kerja sama yang dilakukan salah satunya berupa proyek Nature Based Solution (NBS) melalui skema “reduced emission from deforestation and forest degradation” (REDD). Proyek ini bertujuan untuk mengintensifkan kegiatan pelestarian hutan guna mengurangi pelepasan emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan, serta memberikan dampak positif bagi penyerapan emisi karbon dan keanekaragaman hayati.

Sinergi ini diwujudkan dalam penandatanganan Head of Agreement (HoA) Kerja Sama Pengembangan Proyek NBS oleh Chief Executive Officer Pertamina NRE, Dannif Danusaputro, dan Direktur Utama Perum Perhutani yang diwakili oleh Direktur Operasi, Natalas Anis Harjanto, di Sentul Eco Edu Tourism Forest, Kabupaten Bogor pada Senin (20/6/2022) kemarin. 

Penandatangan HoA juga disaksikan oleh Wakil Menteri I BUMN, Pahala Nugraha Mansury, dan Direktur Logistik dan Infrastruktur PT Pertamina (Persero), Mulyono.

Kerja sama ini lebih dulu diawali penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada Desember 2021 lalu, yang ditindaklanjuti dengan serangkaian pengerjaan Pra-Feasibility Study (FS) pada Februari-Mei 2022. Usai itu dilanjutkan audiensi dengan KLHK di 7 Juni 2022 dilanjutkan konsultasi regulasi melalui Focus Group Discussion dengan KLHK pada 15 Juni 2022 lalu.

Dalam arahannya, Pahala Nugraha Mansury menyampaikan bahwa Pembentukan perusahaan NBS dan kerja sama antara Perhutani dan Pertamina NRE ini merupakan satu dari inisiatif strategis Kementerian BUMN untuk mendukung dekarbonisasi, dengan adanya NBS kita berharap bisa menjaga lingkungan di sekitar kita. Kita mendorong adanya energi baru terbarukan, yang berkaitan dengan sektor energi mengingat sebagai salah satu penghasil emisi terbesar.

Lebih lanjut Pahala juga menyampaikan Indonesia merupakan salah satu paru-paru dunia, dengan luasan hutan serta kekayaan dan keanekaragaman hayati yang dimiliki. Indonesia didorong untuk menurunkan emisi, dengan target sampai dengan 29% dalam waktu 10 tahun di 2030 nantinya.

“Tentunya kita berharap proyek NBS untuk dapat memanfaatkan, mengelola, serta melestarikan wilayah hutan dengan potensi pengembangannya yang dalam hal ini Perhutani beserta anak perusahaannya berperan sebagai penyedia lahan (land co) sementara Pertamina NRE sebagai pengelola bisnis NBS melalui NBS co,” ujar Pahala.

Sementara itu Dannif menyampaikan Pertamina NRE mendapat Amanah untuk mengawal transisi energi Pertamina. “Salah satu fokus bisnis kami adalah low carbon solutions di mana nature based solutions menjadi salah satu proyek utamanya. Proyek ini sangat berpotensi untuk mendukung target net zero emission,” jelas Dannif. Pertamina NRE menurutnya sangat antusias dengan kolaborasi ini dengan memegang konsesi kehutanan negara.

 

Di pihak lain, Natalas menyebutkan, selain menekan laju deforestasi, tujuan atas kerja sama tersebut adalah memperluas tutupan lahan yang akan meningkatkan kemampuan kawasan hutan untuk menyerap emisi gas rumah kaca.

“Sudah teridentifikasi sebanyak 9 calon lokasi di wilayah kawasan hutan milik Perhutani Group yang akan menjadi objek dan lokasi dari project ini. Ke 9 calon lokasi ini lebih lanjut akan dilakukan FS utk mengetahui kelayakan project dari khususnya terkait dampak terhadap lingkungan serta sisi finansial maupun operasional,” bebernya.

Natalas menambahkan bahwa berdasarkan hasil Pre FS, NBS Project pada ke-9 lokasi ini akan mampu menghasilkan karbon kredit lebih dari 11,6 juta ton CO2 per tahun, sehingga dengan skema bisnis yang tepat, maka project ini akan mampu menjadi bisnis baru yang memberikan nilai tambah pada kedua belah pihak.

Adapun upaya dekarbonisasi yang akan dilaksanakan oleh Perum Perhutani, lanjut Natalas, di antaranya menekan atau mengurangi kerusakan hutan dan meningkatkan rehabilitasi lahan, menekan kebakaran hutan, dan mengganti penggunaan Marine Fuel Oil (MFO) menjadi Compressed Nature Gas (CNG) pada industri hasil hutan.

Selain itu, di bidang tanaman Perhutani juga mengurangi penggunaan pupuk anorganik. Untuk Nature Based Solutions (NBS) merupakan salah satu solusi yang mengacu pada pengelolaan dan optimasi sumber daya alam yang berkelanjutan melalui rekonfigurasi pengelolaan.

banner