× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

PermataYouthPreneur Dorong Siswa SMK Bangun Startup Digital

By Redaksi

Kini tak perlu lagi menunggu usia cukup untuk jadi seorang entrepreneur. Perkembangan teknologi khususnya digital memungkinkan semua itu. Anak muda jaman sekarang bisa dengan mudah mengakses berbagai ilmu sebagai bekal menjadi wirausahawan. Sebagai salah satu bank ternama di Indonesia, PermataBank turut berperan dalam memajukan perekonomian bangsa. Salah satunya lewat program CSR nya yang bernama PermataHati.

Perkembangan dunia digital termasuk digital ekonomi di Indonesia demikian pesat. Pesatnya digital ekonomi juga menjadi daya tarik semua pihak. Tak terkecuali anak-anak muda Indonesia. Menurut hasil penelitian McKinsey & Company, perkembangan digital ekonomi di Indonesia kian meningkat. Bahkan diperkirakan peningkatan tersebut di tahun 2025 menaikkan Produk Domestik Bruto (GDP) senilai US$ 150 miliar. Jika dirata-ratakan kenaikannya 1,2% setiap tahunnya dalam 7 tahun ke depan.

Dalam usaha peningkatan digital, McKinsey & Company mencatat ada 3 tantangan fundamental. Yang pertama, kebutuhan tenaga & bakat di area digital. Kedua, kebutuhan startup yang mampu mengisi kebutuhan domestik hingga peluang ekspor. Ketiga, kebutuhan sarana pengukuran data digital.

Berangkat dari soal ini, PermataBank terus membina kemitraan dengan para stakeholder. Salah satunya lewat program CSR-nya yang bernama PermataHati. Salah satu program PermataHati adalah PermataYouthPreneur (PYP). PYP adalah program pelatihan startup inspiratif berkurikulum komprehensif di bidang kewirausahaan. Adapun program PYP ini meliputi bisnis model, startup digital, coding dan literasi keuangan.

Bertempat di Aula Perbanas Institute, Kuningan, Jakarta, pada Selasa (19/03/19) PYP angkatan kedua secara resmi dibuka. Tema yang diusung bertajuk “Inovasi Financial Teknologi Menuju Industri 4.0”. Dalam penyelenggaraannya, PermataBank bekerjasama dengan startup teknologi Arkademy, Kementerian Pendidikan dan Kebuyaaan, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia. Selama 2 bulan penuh 130 siswa Sekolah Menengah Kejuruan yang berasal dari Jabodetabek akan mengkuti pelatihan startup. Peseerta adalah Siswa siswi yang sudah duduk di kelas 11 atau 12 dengan studi rekayasa perangkat lunak (RPL).

Materi pelajaran berupa rangkaian diskusi dan pelatihan, modul kurikulum online, serta mentoring. Usai mengikuti pelatihan, peserta terpilih berkesempatan mengikuti program pengembangan diri, beasiswa sekolah coding, magang, sampai inkubasi startup.

Berdasarkan hasil seleksi PYP 2019 via online yang dilakukan di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, dan Sumatera terpilih 130 peserta. Kota Jakarta dan Malang dipilih sebagai menjadi kota induk pelaksanaan PYP 2019.

Dalam keterangannya  Dhien Tjahajani, Director Legal & Compliances PermataBank, mengatakan,”Melalui program ini para peserta dapat mengembangkan kemampuannya menjadi startup digital dan mampu menginspirasi generasi muda Indonesia lainnya.”

Dhien berharap banyak generasi muda Indonesia tumbuh menjadi wirausahawan digital yang sukses. Siswa dapat juga menghadapi segala tantangan gobal dan berguna bagi masyarakat. Untuk pertamakalinya tahun ini, ungkap Dhien, peserta PYP diikuti oleh siswa disablilitas. “Terdapat satu tim yang berisikan 3 orang siswa SLB tuna netra,” pungkas Dhien.

Hadir di acara tersebut sejumlah perwakilan pimpinan lembaga. Termasuk Deputi Komisioner Edukasi & Perlindungan Konsumen, OJK, Sarjito.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]