× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Perkuat Filantropi Bidang Pendidikan, Filantropi Indonesia Kerjasama Dengan Tanoto Foundation

By Redaksi
Filantropi Indonesia dan Tanoto Foundation

Kegiatan filantropi di Indonesia untuk bidang pendidikan dinilai belum terarah dan berdampak besar dalam jangka panjang. Sebagian besar kegiatan baru sebatas charity. Maka kolaborasi berbagai pihak dinilai penting untuk meningkatkan kontribusi filantropi dalam peningkatan pendidikan. Pernyataan tersebut mengemuka dari CEO Global Tanoto Foundation, Satrijo Tanudjojo, dalam ajang peluncuran Piagam dan Pengukuhan Kelompok Kerja Klaster Pendidikan Filantropi Indonesia, di Jakarta, Kamis (20/6) lalu.

Perhimpunan Filantropi Indonesia telah menunjuk Tanoto Foundation untuk mengoordinasikan aneka kegiatan filantropi di bidang pendidikan. Ke depan, program-program filantropi pendidikan akan dijalankan lebih terarah dengan kolaborasi donor, penggiat pendidikan, dan pemerintah.

“Tujuan akhirnya yang diharapkan ialah filantropi bisa menaikkan prestasi anak-anak Indonesia untuk bisa berkompetisi secara internasional,” ungkap Satrijo. Selama ini, menurut Satrijo, pendidikan di Indonesia memang telah berkembang. Namun tetap saja tertinggal dari negara-negara lain. Indikatornya dapat dilihat pada pemeringkatan Programme of Internasional Student Assessment (PISA) yang menunjukkan Indonesia masih di level rendah.

“Pemerintah sudah alokasikan anggaran besar yakni 20% untuk pendidikan tapi tampaknya belum cukup. Karena itu para pegiat filantropi akan bekerja bersama-sama membuat program untuk pendidikan yang lebih terarah. Kita juga akan masuk ke wilayah advokasi kepada pemerintah untuk kebijakan pendidikan yang lebih baik,” ucap Satrijo lebih lanjut.

Direktur Eksekutif Perhimpunan Filantropi Indonesi, Hamid Abidin mengungkapkan hal senada. Dikatakannya, kendala kegiatan filantropi selama ini adalah terjebak pada kegiatan charity sehingga tidak berdampak jangka panjang. Saat ini, menurut Hamid ada potensi dana sebesar Rp 200 triliun dari para filantrop yang dapat diarahkan untuk mengembangkan pendidikan. Sejauh ini yang terorganisasikan dengan baik baru sekitar Rp 6 triliun. Selebihnya kebanyakan digunakan untuk program tak terarah.

Keywords:

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]