× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Perkenalkan Norilsk, salah satu Kota Terpolusi di Dunia

By Redaksi
Warga berjalan di Kota Norilsk yang beku dan gelap. Foto : picture-alliance/dpa/M.Blinov

MajalahCSR.id – Norilsk, kota pecahan Uni Sovyet dan salah satu kota paling utara di dunia, disebut  sebagai kota paling berpolusi. Kota kecil yang tadinya dihuni oleh sekitar 176.000 warga ini terdampak polutan sejak awal Uni Sovyet berdiri. Sebagai wilayah yang memiliki kekayaan mineral logam berharga, Norilsk berubah menjadi pusat kegiatan pertambangan favorit yang membebani ekosistem lingkungan.

Investigasi yang dilakukan Climate News bekerja sama dengan NBC News, dan Undark Magazine menyampaikan fakta bahwa, mayoritas polusi yang terjadi di Norilsk berasal dari perusahaan besar bernama Norilsk Nickel.  

Norilsk Nickel adalah produsen terkemuka logam palladium dan nikel berkualitas tinggi. Perusahaan juga menghasilkan logam lain, yaitu platinum, kobal dan tembaga. Norilsk Nickel diduga menjadi aktor di balik tercemarnya kota tersebut hingga saat ini. Berdiri dan beroperasi pada era Uni Sovyet, perusahaan ini menjadi produsen logam dalam kurun 80 tahun terakhir.

Dari waktu ke waktu, pelaku usaha mengubah wajah kota yang awalnya hijau jadi menyeramkan. Sungai Daldykan yang tadinya spot pemancingan favorit warga lokal, kini dinyatakan tak aman oleh pemerintah setempat. Air yang jernih berubah jadi kelabu karena paparan polutan logam yang berbahaya. Puluhan tahun terjadi aktivitas penambangan, mengubah suasana kota jadi gersang di mana pepohonan hutan meranggas lalu mati. Sungai es berubah jadi merah, sementara udara terkontaminasi oleh sulfur dioksida berkonsentrasi tinggi.

Polusi ekstrim di kota itu akhirnya melahirkan gerakan kepedulian global untuk menyerukan penanganan malpraktik pelaku kriminal pada lingkungan. Gerakan menghasilkan proposal yang menjadikan pelaku ekosida (ecocide/kejahatan lingkungan) akan menghadapi tuntutan hukum oleh International Criminal Court (ICC) atau Mahkamah Kejahatan Internasional di Den Haag, Belanda. Namun sayangnya, meskipun aturan sudah dijalankan, para pelaku polusi besar, seperti AS dan Rusia, tak terjerat hukum sejak mereka tak lagi tergabung sebagai anggota ICC.  

Mengutip Inside Climate News, hal yang paling mengusik adalah kenyataan bahwa sejumlah negara terkemuka tetap melindungi kepentingan para pelaku polusi ini. Sebagai contoh, Vladimir Putin, Presiden Rusia, terus mendukung dan mengembangkan ekonomi wilayah utara negara itu melalui investasi industri logam oleh Norilsk Nickel.

Di pihak lain, perusahaan tersebut mengaku merencanakan investasi miliaran dolar AS untuk merehabilitasi lingkungan. Sebuah janji yang justru dipandang skeptis oleh warga lokal.  

Juru bicara perusahaan berjanji pada pers bahwa mereka akan mulai merehabilitasi kawasan di tahun ini. “Rencananya akan dilakukan di seluruh kawasan operasional Nornickel dimulai pada 2021. Fokusnya pada upaya mengukur dan mencapai target dalam memperbaiki kinerja lingkungan perusahaan,” jelas juru bicara tersebut. 

Redaksi

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]