banner
Berita

Perbudakan Modern di Piring Seafood Lezat Anda

1266 views

Jakarta – Majalahcsr. The Sustainable Seafood Alliance Indonesia menulis dan meluncurkan laporan dengan Bahasa Indonesia berjudul “Tanggung Jawab Supermarket untuk Hak Pekerja dalam Rantai Pasokan: Tantangan Berkelanjutan dalam Rantai Pasokan Makanan Laut dan Kasus untuk Tindakan Supermarket yang Lebih Kuat”, mengadvokasi perlindungan dan kesejahteraan yang lebih baik bagi para pekerja yang memproduksi seafood lezat, bekerja di kapal nelayan, tambak udang, atau pabrik pengolahan di seluruh Indonesia.

Seafood Alliance Indonesia bekerja sama dengan Oxfam International untuk penelitian dan analisis di Indonesia. Dalam penelitian tersebut seperti yang dilansir dalam website IndonesiaGCN.org  ditemukan bahwa ada beberapa pelanggaran hak asasi manusia yang berat seperti upah yang kurang, kondisi kerja yang tidak aman, hak dasar buruh, dan diskriminasi terhadap perempuan. Penelitian ini dilakukan di dua pabrik pengolahan udang dan dua akuakultur udang di seluruh Indonesia.

Pekerja perempuan dalam industri pengolahan udang adalah aktor yang paling rentan terkait masalah ketenagakerjaan. Mantan pekerja melaporkan kepada Aliansi bahwa, perusahaan akan memutuskan pekerja perempuan jika mereka hamil.

Penelitian yang sama juga mengungkapkan bahwa wanita di sektor bisnis ini dipaksa untuk terbiasa dengan tempat kerja yang tidak sehat ketika datang ke periode menstruasi mereka. Mereka juga tidak punya pilihan untuk membawa pembalut tambahan ke pabrik.

Seperti yang disebutkan oleh Direktur Eksekutif IGCN Josephine Satyono pada kesempatan peluncuran, bahwa dia setuju bahwa kasus tersebut harus diselesaikan. Tetapi dia juga menekankan bahwa terlepas dari fakta pada temuan yang disebutkan di atas, kita harus memastikan bahwa tidak semua pelaku bisnis di sektor ini memperlakukan pekerja di situasi yang sama.

Melalui kesempatan ini, Josephine menyampaikan bahwa semua bisnis yang berjalan di bawah 10 Prinsip Global Compact PBB harus berjanji dan berkomitmen untuk mempertahankan hak asasi manusia sesuai dengan Prinsip Panduan PBB tentang Bisnis dan Hak Asasi Manusia sebagai upaya dalam melaksanakan Lindungi, Menghormati Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Remedy ‘Framework.

banner