× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Perayaan Baju Hangat Natal dan Ancaman Polusi Plastik

By Redaksi
Christmas Jumper Day. Foto : Istimewa

Menjelang liburan Natal, banyak warga Amerika menggelar beberapa perayaan. Salah satunya yang disebut “ugly Christmas sweater parties” atau perayaan pesta baju hangat Natal. Sama halnya di Amerika, mayarakat di Inggris pun punya perayaan yang sama, tapi namanya “Christmas Jumper Day” (orang Inggris menyebut baju hangat sebagai “jumper”). Perayaan ini mendorong penjualan baju hangat meningkat.

Namun, studi baru yang diumumkan lembaga lingkungan Hubbub menuduh perayaan ini turut memicu krisis polusi plastik. Kok bisa?  Studi mengungkap, 1 dari 3 orang dewasa di bawah usia 35 membeli 3 sampai 5 baju hangat baru demi perayaan ini. Dan baju itu hanya dipakai sekali saja selama liburan tersebut. Tiga perempat baju hangat yang diteliti oleh Hubbub mengandung material plastik. Baju-baju hangat itu mengandung bahan akrilik,  atau serat plastik.

Seperti dilansir dari inhabitat.com, studi yang dilakukan Universitas Plymouth tersebut menyimpulkan, bahan akrilik dari baju hangat itu melepas 730 ribu benang mikro setiap kali cuci. Jumlah yang 5 kali lebih banyak dari bahan campuran katun.

“Kami tidak ingin menghentikan perayaan ini karena bagian dari kegembiraan Natal, tapi ada banyak cara memeriahkannya tanpa perlu membeli baju hangat baru,”kata Sarah Divall, koordinator proyek di Hubbub kepada media The Guardian.

“Industri busana fast fashion (siap pakai) adalah ancaman nyata untuk lingkungan, karena baju hangat yang punya banyak kandungan plastik. Kami mendorong siapapun untuk menukar, membeli bekas, atau memakai koleksi lama. Ingat, baju hangat untuk hidup, bukan hanya untuk Natal,”seru Sarah mengingatkan.

Hubbub memperkirakan industri busana akan menjual 12 juta koleksinya di liburan Natal tahun ini. Sementara sekitar 65 juta baju hangat natal masih ada di lemari-lemari warga Inggris. Alih-alih membeli baru, mengapa tidak untuk menukar baju hangat dengan koleksi keluarga lainnya, teman-teman, anggota keluarga di rumah atau rekan kerja. Bisa menambahkannya dengan pernak pernik, payet, atau kreasi lain, sehingga baju hangat bekas terlihat baru dan sesuai dengan selera pemakainya. Demikian bunyi himbauan dari Hubbub.   

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]