× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Perangkat Inovatif Bantu Konsumen Kurangi Sampah Makanan

By Redaksi
The Bubble Food Tracker. Foto : Inhabitat

Perlahan tapi pasti, gaya hidup ramah lingkungan mulai jadi trend. Selain hidup sehat, perilaku peduli lingkungan pun mulai banyak diterapkan masyarakat global. Tak hanya masyarakatnya, dukungan juga datang dari dunia teknologi.

Dua orang desainer produk, Altino Alex dan Savin Dimov, belum lama ini mendesain sebuah perangkat inovatif yang bisa membantu pemiliknya mengurangi sampah makanan. The Bubble Food Tracker nama piranti teknologi ini dapat memonitor semua stok makanan anda di dapur. Dengan begitu, pemiliknya bisa tahu stok makanan apa saja yang masih ada, sehingga anda bisa memanfaatkan stok tersebut sampai habis. Informasi ini membantu pemiliknya untuk melakukan gaya hidup  mengurangi sampah (zero waste). Asal tahu saja, di Indonesia Jumat (21/2/2020) kemarin atau setiap tanggal 21 Februari ditetapkan sebagai Hari Sampah Nasional.

The Bubble Food Tracker. Foto : Inhabitat
Aplikasi The Bubble Food Tracker di Ponsel. Foto : Inhabitat

Seperti yang dikutip dari inhabitat, sampah makanan adalah salah satu masalah global terbesar. Data Food and Agricultural Organization (FAO) atau Badan Pangan PBB mengungkapkan, setidaknya satu pertiga makanan yang dikonsumsi masyarakat dunia per tahun (lebih kurang 1,3 miliar ton) terbuang atau menjadi sampah. Cukup mengejutkan, karena jenis makanannya didominasi oleh buah-buahan dan sayuran.

Syukurlah, ada dua orang desainer produk teknologi yang peduli lingkungan berhasil merancang piranti yang mampu mengurangi sampah makanan. Bentuk perangkatnya mengingatkan pada stoples/kapsul makanan. Pemilik tinggal memasukkan stok makanan ke dalam alat tersebut. Ketika makanan sudah diletakkan di dalam, informasi terkait makanan tersebut akan dikirimkan langsung ke perangkat seluler tuannya.  Perangkat ini diklaim user friendly dan efisien.  

The Bubble Food Tracker. Foto : Inhabitat

Dengan informasi yang disampaikan ke aplikasi di telepon seluler, pemilik dimanapun berada bisa mengetahui stok apa saja yang masih ada dan bisa dikonsumsi (belum kadaluarsa) di rumah. Walhasil, bisa terhindar dari pembelian makanan/bahan pangan yang sebenarnya stoknya masih ada.

Iklan The Bubble Food Tracker. Foto : Inhabitat

Selain itu, perangkat ini bisa mencatat kebiasaan konsumsi pengguna. Makanan apa saja yang paling sering dikonsumsi dan makanan yang lebih sering tersisa. Hal ini membantu kebiasaan belanja bahan makanan keluarga menjadi lebih efisien dan jadi pembelajaran bagi anak pentingnya berperilaku efisien terhadap makanan dan atau bahan pangan. Menghindarkan dari perilaku menumpuk makanan/bahan makanan yang pada akhirnya menjadi sampah karena keburu tak layak konsumsi.

Namun sayangnya belum ada keterangan harga maupun di mana kita bisa mendapatkan piranti pintar ini.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]