× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Perangi Plastik, Perempuan Malawi Sabet Penghargaan Lingkungan Dunia

By Redaksi
Gloria Majiga_kamoto, Pahlawan Lingkungan Anti Plastik Sekali Pakai dari Malawi. Foto : Goldman Environmental Prize

MajalahCSR.id – Nama perempuan ini Gloria Majiga-Kamoto. Berkat aksinya dalam memerangi penggunaan plastik sekali pakai di Malawi, ia menjadi satu dari enam orang penerima penghargaan Goldman Environmental Prize, pada pekan lalu.

Saat dirinya masih kecil, wanita 30 tahun itu, menyebut plastik bukan barang yang biasa dipakai di sana. “Aku ingat saat itu, ketika kami membeli ikan kering di pasar, maka pembungkusnya adalah koran bekas,” katanya kepada NPR. Namun dalam hitungan sepuluh tahun atau lebih, pabrik baru di kawasan Afrika Timur memperkuat produksi kantong plastik sekali pakai dan plastik tebal, dengan ketebalan sekitar 60 mikron. Menurut laporan yang didanai UN Development Program, Malawi memproduksi 75 ribu metrik ton plastik per tahun. Delapan puluh persen diantaranya adalah plastik sekali pakai.

Kepedulian Majiga-Kamoto muncul saat bekerja di LSM lingkungan setempat yang menyediakan kambing bagi petani pedesaan di sana. Para petani biasa memelihara kambing untuk diambil kotorannya sebagai pupuk. Namun, masalah timbul saat kambing itu mengonsumsi pakan yang bukan seharusnya.

“Kami punya jajanan lokal popular. Namanya chiwaya, yang berupa kentang goreng yang dikemas dalam plastik warna biru,” tutur Majiga-Kamoto. “Karena bumbu jajanan gurih ini menempel pada pembungkusnya, suatu saat kambing-kambing memakannya. Tentu saja mereka tak mengerti bahwa plastik tak bisa dimakan.Kambing-kambing pun mati karena plastik menyumbat sistem pencernaannya.”

Porgram pemberdayaan petani pun menjadi gagal, oleh sebab lebih banyak kambing yang mati (karena makan limbah plastik) daripada bereproduksi. Majiga-Kamoto menyadari masalah yang ditimbulkan dari kantong plastik. Tak hanya kambing, ternak sapi dan ikan pun mulai memakan plastik. Tumpukan sampah plastik terjadi mencemari saluran air di mana-mana yang membawa aneka ragam penyakit mulai dari vektor nyamuk hingga kolera yang disebabkan bakteri.   

Majiga-Kamoto lantas mengambil tindakan dengan menjadi pimpinan aktivis lingkungan yang berjuang melawan pabrik plastik yang punya pengaruh kuat. Perjuangannya selama bertahun-tahun akhirnya berakhir di Pengadilan Tinggi negara tersebut dengan mengeluarkan larangan plastik sekali pakai pada 2019 lalu.

Karena kepedulian dan keberaniannya, Majiga-Kamoto menyabet penghargaan lingkungan bergengsi  The Goldman Environmental Prize. Penghargan ini khusus diberikan kepada pemimpin lingkungan di tingkat bawah dari seluruh dunia. Michael Sutton, Direktur Eksekutif Goldman Environmental Foundation mengungkapkan, “Dia mengerahkan kelompok, komunitas tingkat bawah, menghadapi pemerintah dan industri besar. Dia tidak hanya meloloskan perintah larangan (pemakaian plastik sekali pakai) namun juga berhasil memaksa pemerintahnya untuk mengeluarkan larangan itu.”   

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]