banner
Minuman berkarbonasi Pepsi yang memakai botol daur ulang. Foto : PepsiCo
Ragam

Minuman Pepsi Mulai Pakai 100% Kemasan Daur Ulang

405 views

MajalahCSR.id – Pada 20 September lalu, Pepsi MAX merilis kampanye terbaru yang dinamakan “Nothing tastes better than a 100% recycled bottle, sebagai bagian dari solusi kemasan botol sekali pakai yang terbuat dari daur ulang di Inggris.

Upaya Pepsi ini didukung oleh “The 360 Campaign” atau Kampanye 360 yang menargetkan konsumen peduli lingkungan melalui beragam saluran informasi, mulai televisi, media digital, informasi luar ruang, hingga sosial media demi meningkatkan kesadaran perubahan, memotivasi konsumen untuk turut dalam proses daur ulang pasca konsumsi, juga meyakinkan mereka akan terbebas rasa bersalah usai menikmati Pepsi MAX.

Mengutip Intelligentliving, kampanye ini bagian dari upaya PepsiCo untuk mengedepankan prinsip ekonomi sirkular, mengurangi limbah plastik, utamanya bagi produk PepsiCo yang tersebar di lebih 200 negara. Sebagai tambahan, pada akhir 2022 nanti, Pepsi Max akan memakai kemasan botol daur ulang untuk produknya di 11 negara Eropa. Adapun kemasan recycle tersebut adalah untuk yang sekali minum yaitu 500 ml atau 600 ml di luar label dan tutupnya. Jadi tidak seluruhnya benar-benar 100%, namun tetap saja ini adalah langkah awal ke depan.

“Pepsi Max merupakan minuman ringan terbesar di Inggris raya, sehingga membuat kemasannya hasil daur ulang akan membuat perbedaan yang signifikan dalam mengurangi dampak lingkungan,” jelas Jamie Mackay, General Manager PepsiCo unutk Inggris. “Kami akan terus melanjutkan upaya ini dalam mengurangi pemakaian botol plastik baru untuk kemasan sekali pakai, sehingga konsumen kami tahu mengonsumsi produk yang berdampak minimal pada bumi.”

Selain Pepsi Max, ada juga 7UP yang masih di bawah perusahaan PepsiCo yang bakal memakai 100% plastik daur ulang mulai bulan ini, yang mengurangi dampak emisi karbon per botol lebih kurang 40%. Untuk itu, warna botol pun jadi berubah dari hijau menjadi bening di awal tahun ini, agar lebih mendukung ekonomi sirkular botol plastik.

Tantangan krusial bagi perusahaan yaitu cukupkah bahan limbah plastik yang ada memenuhi kebutuhan botol hasil daur ulang? Jawabannya adalah perubahan desain warna botol yang awalnya hijau menjadi bening, akan turut memastikan lebih banyak limbah botol yang bisa diurain lagi menjadi kemasan baru.

Pada Januari lalu, PepsiCo menyampaikan ambisi keberlanjutan perusahaan untuk melandaikan emisi karbon hingga 40% di semua rantai nilai (dengan memakai baseline 2015) di mana 75% diantaranya di bawah pengawasan langsung PepsiCo pada 2030. Penerapan kebijakan ini guna memastikan capaian emisi netral pada 2040, atau sepuluh tahun lebih awal dari acuan Paris Agreement.

Selain menggunakan kemasan daur ulang, PepsiCo memastikan proses produksinya memakai 100% energi baru dan terbarukan. Diantaranya energi tenaga angin untuk kawasan Nebraska dan Texas yang akan sepenuhnya memakai energi tenaga angin pada akhir tahun ini. Hal ini belum termasuk di Nederland, Belanda yang operasionalnya disuplai 400 panel tenaga surya.

Sayangnya, minuman soda Pepsi dan teman-teman sudah lagi tak dijual di Indonesia sejak Oktober 2019. Namun demikian, upaya Pepsi untuk peduli lingkungan patut diapresiasi seperti halnya sang kompetitor, Coca Cola yang sudah lebih dulu menerapkan kebijakan yang sama.  

banner