× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Penuhi Kebutuhan Pangan Dari Kebun Sendiri

By Redaksi
Keluarga Cooper membangun lahan permakultur di kawasan News South Wales, Australia. Lahan ini telah berkembang menjadi sumber pangan yang dapat menghidupi 50 keluarga. Foto: LimestonePermaculture via Facebook

Jakarta – Majalahcsr. Pada awalnya seorang istri sakit, sehingga satu keluarga tersebut memutuskan untuk mulai menanam sendiri semua yang mereka makan. Tak disangka, lama-kelamaan hasil kebun tersebut bisa dimanfaatkan untuk sumber makanan bagi 50 keluarga.

Adalah sebuah keluarga yang menempati rumah di Newcastle, Australia. Mereka mengubah cara mereka mendapatkan makanan dengan menanam sendiri di kebunnya yang bernama Limestone Permaculture Farm.

Seperti yang dilansir oleh Inhabitat, dan dilansir kembali oleh Greeners.co, Limestone Permaculture Farm telah menjadi sumber makanan segar bagi lusinan keluarga di sana. Keluarga Cooper sendiri telah bercocok tanam selama hamper satu decade. Bahkan mereka juga menawarkan pelatihan permakultur serta program magang untuk membagikan pengalaman mereka kepada komunitas lain.

Keluarga Cooper menawarkan tur di kebun mereka, workshop, program magang dan sertifikat desain permakultur di kebun mereka. Saat ini mereka masih punya pekerjaan selain berkebun dan hanya mengerjakan kebun mereka secara paruh waktu, namun mereka berharap bisa menjadikan kebun permakultur mereka menjadi pekerjaan penuh waktu.

“Kami merasa telah terjadi kebangkitan di negara kami, keinginan untuk mandiri sedang bangkit dan prinsip homesteading di kota dan desa benar-benar telah membuat banyak orang mandiri pangan dan energi. Setiap hari yang berlalu kita bergerak menuju kehidupan yang lebih baik dengan masa depan yang lebih positif tidak hanya untuk diri sendiri namun juga untuk keluarga, teman dan komunitas,” ujar Brett.

Limestone Permaculture Farm dilihat dari atas. Foto: LimestonePermaculture via Facebook

Keluarga ini menghasilkan produk-produk organik, beternak kambing, biri-biri dan ayam. Mereka juga memelihara lebah untuk diambil madunya serta membangun tempat mereka dengan bahan-bahan bekas.

Kebun ini mendapatkan sumber energinya dari kayu, air dan matahari, hampir semua yang para penggiat lingkungan impikan ada disini. Bahkan menurut salah satu pemilik kebun, Brett, mereka bisa menghasilkan makanan segar untuk 50 keluarga dari lahan dengan luas hanya 4.000 m2 tersebut.

Embung, traktor ayam dan tanaman penutup tanah yang bisa dimakan adalah sebagian dari teknik permakultur yang diterapkan di kebun ini. Brett sendiri menemukan teknik permakultur sekitar satu dekade yang lalu. Ia menceritakan bahwa ia tadinya bergerak di industri konstruksi bangunan dan sering menggambar bangunan, namun saat menemukan teknik permakultur dirinya baru sadar bahwa ini bukan tentang satu bentuk tertentu tapi lebih ke mengikuti rancangan alam. “Hal ini benar-benar memukau saya.” Jelasnya.

 

 

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]