× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Pentingnya UKM dan Tenaga Kerja Adopsi Iklim Digital

By Redaksi
Ilustrasi Digitalisasi Bisnis. Foto : arenalte.com

MajalahCSR.id – Usaha kecil menengah (UKM) bisa mendapatkan banyak keuntungan jika menerapkan teknologi digital (digitalisasi) dalam model bisnis mereka, yang akan meningkatkan produktivitas dan membuka sumber penghasilan yang baru.

Menurut riset dari Asia Pacific MSME Trade Coalition (AMTC), digitalisasi dapat menghemat biaya ekspor UKM di India, China, Korea Selatan dan Thailand hingga USD 339 miliar. Selain itu, teknologi digital dapat menghemat waktu ekspor 29% dan mengurangi biaya hingga 82%.

Karena pandemi Covid-19, urgensi akan peningkatan digitalisasi di antara komunitas UKM lebih besar dari sebelumnya agar dapat ‘bertahan dan berhasil di norma baru’. Faridah Lim, Country Manager JobStreet Indonesia menekankan bahwa digitalisasi adalah elemen penting untuk keberlanjutan bisnis, sementara memiliki tenaga kerja ‘digital first’ sama pentingnya untuk UKM.

“Karena masa yang penuh ketidakpastian ini, UKM sebaiknya menggunakan kesempatan ini untuk mengubah model bisnis mereka secara digital. Pertama, mereka harus tahu untuk mulai dari mana sebelum membangun tenaga kerja digital yang kuat untuk mempercepat transformasi,” ujar Faridah Lim.

Pentingnya keberlanjutan bisnis

Studi SAP terbaru menyimpulkan bahwa memberikan pengalaman konsumen yang positif melalui digitalisasi telah menjadi pertimbangan strategi utama di Asia Tenggara. SAP menekankan bahwa PSBB karena Covid-19 telah menunjukkan peran penting teknologi sebagai pengaktif operasi dan untuk keberlanjutan bisnis.

Menurut Hong Kok Cheong, managing director dari SAP Malaysia Sdn Bhd, PSBB telah mengubah cara bisnis beroperasi, serta dalam meningkatkan akurasi dan aksesabilitas data, pengelolaan informasi dan analisa pelaporan.

“Terlepas dari industrinya, setiap perusahaan harus melakukan transformasi bisnis menjadi perusahaan pintar dengan tetap mengingat bahwa konsumen adalah kunci untuk bertahan dan pertumbuhan berkelanjutan,” ujar Faridah Lim.

“Teknologi memungkinkan keberlanjutan bisnis untuk organisasi – terutama karena adanya PSBB – dan memperkuat bisnis dengan kemampuan untuk merespon kebutuhan pribadi customer, melibatkan talent dengan cara baru dan menciptakan model bisnis disruptive yang sangat penting bagi industri.”

Keperluan akselerasi digitalisasi

Meskipun manfaat digitalisasi sudah jelas, tingkat digitalisasi di komunitas UKM tetap masih rendah. Menurut data Bank Indonesia (BI), hanya 13% UKM yang telah memasuki pasar digital. Walaupun digitalisasi proses bisnis seperti e-commerce dan pengembangan web telah berjalan, UKM di Indonesia masih mengalami hambatan untuk digitalisasi karena kurangnya pengetahuan dalam menjalankan bisnis daring, teknologi yang belum siap dan keterbatasan infrastruktur.

Perusahaan yang berkembang dengan cepat di industri baru – seperti e-commerce dan ride-hailing – telah merasakan manfaat dari teknologi sebagai inti model bisnis mereka – terutama sejak masa pandemi,” ujar Faridah Lim.

Otomatisasi dan teknologi terbaru juga telah mengubah pasar kerja, di mana pekerjaan tradisional menghilang dengan cepat dan pekerjaan yang melibatkan ‘tenaga kerja masa depan’ bermunculan dengan cepat. Oleh karena itu, menarik dan mempertahankan ‘talent terbaik’ yang ahli dalam bidang digital juga sangat penting.

Untuk membantu UKM dalam menempuh rencana transformasi digital mereka, JobStreet akan melakukan 3 seri Webinar yang berjudul ‘Driving Digital Transformation to Future-Proof Your Business’ (Mendorong Transformasi Digital untuk Mengamankan Masa Depan Bisnis Anda).

Webinar yang pertama, dijadwalkan pada 22 Juli 2021, akan berbagi wawasan untuk membantu UKM dalam membuat toolkit transformasi digital yang sesuai dengan bisnis mereka melalui panel diskusi dari para pemimpin industri.

Webinar kedua adalah tentang menciptakan tempat kerja hybrid serta membangun strategi akuisisi talent untuk perusahaan. Webinar ketiga akan berfokus pada menciptakan strategi mobilitas internal, memberikan tips untuk upskill dan re-skill staff yang sudah ada.

Webinar seputar akuisisi talenta digital juga sesuai dengan tren saat ini, karena menurut laporan dari EY**** di tahun 2019, kekurangan akses untuk talent digital (64,7%) adalah satu dari tiga tantangan utama yang dihadapi UKM Asia Tenggara terkait transformasi digital.

JobStreet, yang merupakan bagian dari SEEK group dapat membantu UKM dalam menghadapi tantangan ini melalui FutureLearn, sebuah universitas riset umum dan universitas terbesar di Inggris untuk pendidikan program diploma/S1. FutureLearn juga merupakan salah satu platform belajar online terkemuka di dunia, dan per Juni 2020 telah memiliki 175 partner dari Inggris dan dunia, termasuk partner non-universitas.

Kursus yang ditawarkan termasuk cybersecurity, programming, big data analytics dan pemasaran digital, dan perusahaan juga diajak untuk mendaftarkan karyawan mereka. Kursus gratis untuk para pencari kerja dan yang masih bekerja (terbatas satu kursus per orang).

Peserta webinar juga dapat mengunduh Mengupas Tren Talent Global 2020, salah satu survei tren dan preferensi pekerjaan terbesar (280 ribu orang di 190 negara) hasil kerjasama Boston Consulting Group dan jaringan perusahaan rekrutmen seperti JobStreet dan JobsDB.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]