× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Pentingnya Ijazah S1 Pilot Hadapi Masa Depan Industri Aviasi dan Asean Free Trade Zone

By Redaksi
Webinar "Pentingnya Bekal S1 Bagi Pilot Hadapi Masa Depan Industri Aviasi dan Asean Free Trade Zone" yang Diselenggarakan USG Education, Kamis (16/9/2021). Foto : Istimewa

MajalahCSR.id – Apabila industri penerbangan adalah tujuan karir para siswa setelah tamat SMA, mereka memiliki spektrum yang luas untuk memilih. Hal ini karena industri penerbangan terus berkembang dan membutuhkan para pelaku yang dapat menjawab dan memenuhi tantangan ke depan.

Dunia penerbangan tidak hanya terbatas dengan pesawat dan pilot saja, dalam kegiatan penerbangan ada ribuan tenaga kerja yang bekerja di belakang layar untuk kelancaran ekosistem industri ini, seperti mengatur lalu lintas udara hingga memperioritaskan keselamatan, melakukan manajemen keuangan, manajemen ekspansi bisnis dan bidang lainnya yang membutuhkan pengetahuan dan tenaga – tenaga handal di bidangnya.

Terkait dengan hal tersebut diperlukan satu terobosan yang mumpuni untuk dapat memajukan dan mensinergikan kompetensi Indonesia untuk menghadirkan sumber daya unggul di bidang penerbangan. Apalagi dalam menghadapi kondisi Zona Perdagangan Bebas (ASEAN Free Trade Zone), di mana negara antar ASEAN menghapus batasan yang selama ini terjadi antar negara.

Saat ini negara jiran Indonesia seperti Singapura sudah menerapkan standard bahwa pilot harus bergelar pendidikan formal jenjang Sarjana sebagai syarat menjadi Airline Pilot. Kondisi zona perdagangan bebas ini tentunya akan menjadi tantangan bagi para pilot Indonesia ke depan dalam berkompetisi dengan pilot asing. Untuk itu memang diperlukan satu terobosan dalam menghadapi kondisi ini. Pendidikan pilot di Indonesia juga harus mempunyai kompetensi internasional dan terintegrasi dalam menjawab tantangan di atas.

Salah satu inisiatif terobosan Pendidikan ternyata telah dilakukan oleh USG Education (melalui program bisnis UIC College & UBS) bersama FlyBest Flight Academy. Kolaborasi dua institusi ini menghasilkan konsep baru pendidikan untuk Pilot yaitu Pilotpreneur, bertujuan menyiapkan Future Pilots with Entrepreneurial Mindset.

Program Pilotpreneur yang ditawarkan USG dan FlyBest terdiri dari tiga jalur studi; program pertama adalah untuk Calon Pilot (Cadet) melalui program Pilot License Program dan Bachelor of Business (Aviation). Berdurasi belajar 3,5 tahun,  siswa yang mengambil program ini akan mendapatkan Airline Pilot License (Commercial Pilot License) dan Gelar Sarjana (S1) dalam bidang Manajemen jurusan Bisnis Penerbangan dari STIE UniSadhuGuna. Selain itu, siswa juga mendapatkan BTEC Level 7 Extended Diploma dari Pearson UK. Siswa selanjutnya bisa  meraih Bachelor of Arts (Honours)  di bidang Enterprise and innovation dari Teesside University UK dan dapat melanjutkan sampai ke jenjang Magister.

Program kedua adalah untuk Professional Pilot yang ingin meningkatkan ijin terbang ke Air Transport License (ATPL) dan mendapatkan Gelar Sarjana (S1) dalam bidang Manajemen jurusan Bisnis Penerbangan atau Bachelor of Arts (Honours) Enterprise and innovation. Ini bermanfaat untuk menunjang karir mereka di dunia penerbangan masa depan.

Program yang ketiga adalah Executive Development Program yang dikhususkan untuk kapten pilot yang ingin mendapatkan gelar Master of Science (International Management) dari Teesside University UK. Jenjang yang ditempuh dalam  waktu 1 tahun dapat dipergunakan untuk modal bekerja di manajerial tingkat tinggi di industri penerbangan, baik manajemen penerbangan ataupun bandara.

Melalui pendidikan bisnis dibidang penerbangan tersebut para pilot akan menguasai teknis dan keahlian manajemen khusus dalam mengelola industri penerbangan yang diperlukan di masa depan. Lebih dari itu, para pilot juga akan memperoleh kompetensi yang diperlukan para siswa akan mendapatkan nilai tambah diantaranya :

  • Para siswa akan mempelajari kemampuan penggabungan ilmu kepemimpinan dan manajemen, sehingga siswa dapat menjadi pimpinan di bidang penerbangan di masa depan.
  • Para siswa akan mengerjakan studi kasus nyata di industri penerbangan, dengan penekanan pada pemecahan masalah, pengambilan keputusan dan manajemen operasi.
  • Para siswa dapat meningkatkan ketrampilan belajar mandiri dan pilihan pekerjaan dimasa depan, serta mempelajari prinsip-prinsip bisnis dan manajemen umum serta kesempatan untuk mengkhususkan diri dalam bidang-bidang seperti Manajemen Penerbangan, Manajemen Bandar Udara, Manajemen Maskapai Penerbangan, Manajemen Transportasi Udara Internasional, atau Operasi Penerbangan.
  • Para siswa pun dapat mengaplikasikan ilmu yang dimilikinya disektor bisnis lainnya yang menjadi mereka kelak , seperti menjadi wirausaha, professional dan alih profesi lainnya.

“Seorang pilot harus bisa menjadi pemimpin yang terampil, pengambil keputusan yang tepat dan mengelola sumber daya manusia dengan baik, dengan gelar sarjana dan wawasan manajerial tentang pengelolaan bandara dan industri penerbangan, Pilot dapat mengembangkan karirnya menempati posisi-posisi di darat. Terutama pada saat sudah mencapai usia tidak produktif terbang, para pilot dengan gelar Sarjana Tinggi dapat berkarya di manajemen penerbangan, sehingga jenjang karirnya lebih panjang” demikian disampaikan Capt. Dharmadi, S.Pd, MM, yang saat ini menjabat Board of Advisors to General Chairman INACA (Indonesia National Air Carriers Association) , CEO PT Aviasi Solusi Prima dan mantan CEO Air Asia Indonesia.

Mendapatkan Pilot dengan kapasitas S1 juga memberikan keuntungan bagi maskapai penerbangan dan pelaku industri karena lulusan tersebut memiliki tingkat kedewasaan yang lebih matang dan wawasan yang lebih luas, hal ini berkaitan juga dengan keamanan dan psikologis dalam membawa pesawat yang menjadi satu konsiderasi utama.

Dengan kemampuan kepemimpinan, pengambilan keputusan dan keterampilan manajemen dan bisnis, lulusan menjadi pelamar yang lebih kompetitif dan mempunyai tingkat profesionalitas yang tinggi sehingga akan jauh lebih siap menghadapi segala tantangan industri aviasi kedepan.

“Nilai tambah lainnya dari program ini adalah studi kasus yang digunakan pada saat belajar sarjana sudah sekitar bidang penerbangan, jadi sudah latihan dulu menghadapi masalah ketika belajar.  Jenjang pendidikan yang di sediakan pun beragam mulai dari Sarjana sampai ke program Master in Aviation Management yang cocok di ambil pilot senior baik yang masih aktif maupun sudah pensiun, agar dapat mempunyai bekal masuk ke level manajemen di industry penerbangan,” tambah Capt. Dharmadi.

Ir. Karin Item, MM, Chairperson PIP2I (Perkumpulan Institusi Pendidikan Penerbangan Indonesia) yang juga merupakan Director & Principle FlyBest Flight Academy menyampaikan, “Diperkirakan pada tahun 2023, airline akan mulai proses recovery pasca pandemi, untuk itu mulai tahun 2022 lini rekrutmen pilot juga akan lebih intensif dan kompetitif untuk menghadapi tren kebutuhan masa depan. Maskapai penerbangan internasional pun memiliki aturan dan seleksi yang cukup ketat, beberapa di antaranya selain Air Transport Pilot License dengan minimum 1,500 jam terbang juga membutuhkan kualifikasi Bachelor.”

Konektivitas global dipandang sebagai faktor kunci dalam daya saing ekonomi suatu negara.Dibangunnya 34 bandara internasional di Indonesia adalah salah satu kunci konektivitas global yang akan menghubungkan Indonesia dengan negara lainnya. Seiring dengan zona transaksi bebas (ASEAN FREE TRADE ZONE) mobilitas internasional baik untuk transaksi perdagangan, tujuan pariwisata, bidang lainnya, serta masuknya Tenaga Kerja Asing akan meningkat.   Hal ini berarti, kompetisi pun akan semakin tinggi, para pelaku industri penerbangan termasuk Pilot harus siap dalam menyambut tantangan ini.

“Melalui program yang kami kembangan bersama USG Education kami berusaha untuk memenuhi kebutuhan industri tersebut, dan melahirkan Pilot yang mempunyai kompetensi yang kuat dan mampung bersaing dan berkarir di industri penerbangan nasional dan internasional. Kami bekali siswa bukan hanya dari sisi teknis penerbangan tetapi juga dari sisi manajemennya. Sehingga lulusan dapat mengejar berbagai bermacam karir di industri penerbangan, baik sebagai pilot maupun pelaku ekosistem penerbangan lainnya,” tambah Karin.

Aimee Sukesna selaku Head of UniSadhuGuna BSD Campus mengatakan “Mampu berkarir dalam dunia Aviasi bukan hal mudah yang dapat diraih kebanyakan orang, karena maskapai penerbangan memiliki aturan dan seleksi yang cukup ketat. Persaingannya pun cukup ketat. Di sinilah kami hadir sebagai solusi bagi generasi muda dalam mewujudkan mimpi mereka untuk dapat terjun ke dunia air – hospitality dalam memenuhi syarat tersebut terutama dari sisi bekal akademis dan pengembangan soft skills.”

Program kolaborasi ini, menurut Aimee, bertujuan untuk melahirkan para pilot yang mempunyai entrepreneurial mindset, atau yang disebut Creating Pilotpreneur. 

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]