× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Pentingnya HAM dalam Dunia Usaha

By Redaksi
Marzuki Usman, pendiri FIHRSST (tengah) diapit Michael Bucki, perwakilan Uni Eropa (kiri) dan Tony Wenas, Chairman IBCSD (Indonesia Business Council for Sustainable Development)

Jakarta – MajalahCSR. Perlu ada panduan atau patokan yang pasti mengenai penerapan hak asasi manusia (HAM) untuk penerapan prinsip bisnis yang berkelanjutan. Pasalnya, selama ini banyak sekali aturan mengenai HAM, misalnya dari Kementrian Transmigrasi, ataupun dari Komisi Perlindungan Anak (KPA) yang “berserakan”, bagaimana hal ini bisa dikompromikan menjadi satu?

Hal ini menjadi pertanyaan dari salah satu peserta lokakarya Hak Asasi Manusia dalam Bisnis Berkelanjutan, “Meningkatkan Usaha Bisnis Berkelanjutan dengan Menjajaki Alternatif Bentuk Kemitraan Pemerintah dan Swasta” gelaran Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) dan ICCO Cooperation EU di Jakarta kamis (16/3).

Saat ini dunia usaha memang tengah gencar dituntut untuk lebih memperhatikan penerapan prinsip-prinsip bisnis yang berkelanjutan, tidak hanya sebagai kebijakan namun dapat dijalankan pada operasional di lapangan.

Dalam hasil diskusi yang dilakukan perkelompok tersebut, salah satu isu dan fokus penting dalam menjalankan usaha adalah mengenai tenaga kerja. Baik dalam hal perekrutan, maupun penyediaan fasilitas yang diperlukan agar dapat menghindarkan dunia usaha dari kendala yang mengakibatkan penurunan  produktivitas perusahaan dan mengakibatkan dampak negatif pada lingkungan dan masyarakat

Di lokasi kerjanya, salah satu peserta lokakarya di Kalimantan Timur telah dibuat suatu tim kecil  yang terdiri dari tokoh masyarakat, aparat dan pemerintah untuk berdiskusi mengenai tenaga kerja dan yang berhubungan dengan masyarakat setempat. Jika tercapai suatu kesepakatan akan hal tertentu, barulah kemudian disampaikan ke masyarakat, dan dimusyawarahkan kembali yang menjadi prioritas.

“Jika hal ini dilakukan maka akan bisa meningkatkan perekonomian di masyarakat,” paparnya.

Tony Wenas, Ketua IBCSD-Indonesia Business Council for Sustainable Development mengatakan bahwa IBCSD sebagai asosiasi yang berkomitmen dalam isu pembangunan berkelanjutan  akan terus meningkatkan kesadaran akan HAM dalam dunia usaha melalui praktik yang baik, perluasan jejaring dan inisiatif, serta peningkatan kapasitas.

IBCSD dan ICCO Cooperation  EU memandang penting untuk selalu mengedepankan isu HAM dalam kegiatan operasional dunia usaha. Lokakarya ini juga merupakan bagian dari rangkaian kampanye ICCO Cooperation yang berfokus pada kekuatan kolaborasi dalam mempromosikan pengembangan ekonomi inklusif yang berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Kiswara Santi Prihandini, ICCO Coordinator Indonesia Program Policy and South East Asia Responsible Business menyatakan keyakinannya bahwa kemitraan antara publik dan dunia usaha merupakan hal yang akan membawa dampak positif bagi sosial dan perekonomian. “Dengan menyediakan wadah untuk saling berbagi pengetahuan dan belajar dari pengalaman unik yang ada, maka para pemangku kepentingan diharapkan untuk dapat membangun hubungan yang baik dan membentuk agenda bersama dan menciptakan perubahan yang berdampak positif”, paparnya.

 

“Yang minum obat setiap hari itu tidak hanya kamu. Yang sakit diabetes juga minum obat. Yang hipertensi juga rajin minum obat.” Itulah kata-kata yang Tice sampaikan kepada Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang ia dampingi agar mau rajin terapi dan minum obat. Tice adalah seorang ibu rumah tangga yang berkomitmen menjadi pendamping ODGJ, bukan perawat […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]