× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Pendidikan Vokasi Bantu Industri Bertemu Tenaga Kerja

By Redaksi
Dok. Antara

Jakarta – Majalahcsr. Lulusan sarjana seringkali banyak yang menganggur, padahal pendidikan 4 – 5 tahun di bangku universitas sudah ditempuh. Salah satu alasannya adalah tidak siap kerja, dan lapangan pekerjaan berbeda dengan bidang studinya.

Mengatasi hal ini, pemerintah  menggandeng swasta untuk menjalankan program Link & Match yang mempertemukan kebutuhan industri terhadap pekerja dengan pengembangan pendidikan vokasi. Pengembangan ini merupakan transformasi model pendidikan yang harus dilakukan karena program vokasi menjadi salah satu upaya pemerataan.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah mendorong sinkronisasi program studi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan industri. “Penyerapan tenaga kerja dari SMK diharapkan meningkat karena (saat ini) penerimaannya masih rendah, sehingga program vokasi akan meningkatkan produktivitas menjadi 70%,” kata Airlangga seperti yang dilansir oleh Katadata.co.id saat Dialog Nasional di Kediri, Jawa Timur, Rabu (15/11).

Link & Match juga memperbaiki struktur pendidikan dengan memberikan pelajar kesempatan untuk memanfaatkan fasilitas industri. Nantinya, pelajar SMK yang di daerahnya tidak tersedia industri bakal diarahkan untuk masuk ke daerah industri.

Contohnya, 32% pendapatan Jawa Timur berasal dari industri, di bawah Jawa Barat yang industri menyumbangkan 42% pemasukkan daerah. Airlangga menyebut, kota industri lain seperti Kudus, Gresik, Sidoarjo, Bekasi, Purwakarta, dan Karawang siap menampung pelajar dan pekerja.

Targetnya, vokasi industri meluluskan 600 ribu dalam setahun sehingga program Link & Match bisa masuk langsung ke industri. Disediakan juga Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Tempat Uji Kompetensi (TUK) untuk penyelenggaraan sertifikasi kompetensi agar pekerja diberikan legitimasi kemampuan.

Presiden Direktur PT Gudang Garam Tbk Istata Taswin Siddharta menyatakan, program vokasi membuat pencarian tenaga kerja lebih efisien. “Kalau usaha berkembang, lapangan pekerjaan akan bertambah sehingga kembali lagi ke industri,” ujar Istata. Saat ini, Gudang Garam sudah bekerja sama dengan 5 SMK dari total 77 SMK di Kediri.

Lebih jauh, target program Link & Match Kementerian Perindustrian adalah 500 perusahaan dan 1775 SMK. Capaian hingga Oktober 2017, di Jawa Timur ada 50 perusahaan dan 234 SMK, Jawa Tengah dan Yogyakarta 117 perusahaan dan 392 SMK, Jawa Barat 141 perusahaan dan 393 SMK, serta Sumatera Utara 107 perusahaan dan 226 SMK.

 

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]