× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Coca Cola Tandatangani Head of Agreement untuk Membangun Fasilitas Daur Ulang di Indonesia

By Redaksi
Botol Coca Cola. Foto : flickr/johndonges

MajalahCSR.id –  Coca-Cola Amatil Indonesia (Amatil Indonesia), Rabu (20/5/2020) mengumumkan  selesainya penandatanganan perjanjian kerjasama (Head of Agreement – HoA) dengan mitra kerja, Dynapack Asia (Dynapack), untuk membangun fasilitas daur ulang tercanggih di dunia untuk menghasilkan Polyethylene Terephthalate (PET) di Indonesia.

Amatil Indonesia dan Dynapack akan bekerjasama untuk proyek tersebut dalam konteks kelayakan ekonomi, ukuran, skala dan lokasi pabrik potensial, persyaratan end-to-end hingga potensi integrasi ke dalam rantai nilai masing-masing perusahaan. Kadir Gunduz, Presiden Direktur Coca-Cola Amatil Indonesia menjelaskan, Amatil Indonesia dan Dynapack telah membentuk tim yang terlibat dalam dalam proses produksi dan daur ulang, sebagai bagian kajian program ini.

Kadir Gunduz, Presiden Direktur Coca Cola Amatil Indonesia. Foto : Istimewa

“Kerja sama joint venture ini mewakili kepedulian nyata kami terhadap kelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan melalui ekonomi sirkular dengan mengolah kembali limbah plastik PET berkualitas rendah menjadi PET berkualitas tinggi berstandar produk makanan,” jelas Kadir Gunduz. Langkah ini disebut bentuk implementasi visi The Coca-Cola Company, yaitu ‘World Without Waste’.

Langkah ini merupakan langkah signifikan menuju kemandirian material plastik yang dipakai. “Memastikan terjadinya siklus tertutup (closed-loop) untuk kemasan plastik minuman di Indonesia,” imbuh Gunduz.

Kadir Gunduz juga menambahkan bahwa penggunaan plastik daur ulang dapat mengurangi jumlah resin plastik baru yang digunakan perusahaan sebanyak 25.000 ton setiap tahun pada tahun 2022. Hal ini sejalan dengan agenda prioritas nasional melalui kemitraan aksi plastik nasional (National Plastic Action Partnership/NPAP) dalam mengurangi sampah plastik hingga 70 persen di lautan, pada 2025 mendatang.

Sebagai perusahaan plastik rigid dan kemasan terbesar di Asia Tenggara dan Cina, Dynapack Asia bermaksud untuk berkolaborasi dengan para pelanggan mereka dalam meningkatkan penggunaan bahan baku daur ulang, memperkuat ekosistem daur ulang serta mendukung pencapaian sirkular ekonomi di Asia Tenggara dan Cina.

Tirtadjaja Hambali, Presiden Direktur Dynapcak Asia

“Sebagai bentuk tanggung jawab kami terhadap lingkungan, kami telah menandatangani komitmen global dengan Ellen McArthur Foundation untuk menggunakan setidaknya 25% bahan resin daur ulang dalam produk kemasan kita pada tahun 2025. Fasilitas daur ulang resin PET ini merupakan upaya kami dalam mencapai komitmen perusahaan,” kata Tirtadjaja Hambali, Presiden Direktur Dynapack Asia.

Setelah pembuktian tahap konsep dan formalisasi perjanjian telah terfinalisasi, Coca-Cola Amatil Indonesia dan Dynapack Asia akan menguraikan lebih lanjut program daur ulang PET tersebut.

Selain pembangunan fasilitas daur ulang PET, kedua pihak telah mendukung banyak inisiatif komunitas untuk membantu mengumpulkan dan mendaur ulang kemasan minuman, termasuk melalui insiatif Bali Beach Clean-Up dan beberapa program bersih-bersih lingkungan serupa lainnya.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]