× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Pemkot Semarang Inisiasikan Kampung Batik sebagai Tujuan Wisata Budaya

By Redaksi
Paparan Wakil Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, Pemkot Semarang Kembangkan Kampung Batik Semarang di Ajang PR Indonesia Award 2020, Kamis (5/3/2020) di Gedung Dewan Pers, Jakarta. Foto : Istimewa

Pesona batik sudah tak perlu disangsikan lagi. Keindahan motif dan warna yang beragam menjadikan batik cocok dipakai di segala usia. Sebagai bagian dari budaya asli Indonesia, batik adalah produk kebanggaan bangsa yang tak ternilai. Bahkan, sejak 2 Oktober 2009 kepopuleran batik kian mendunia, setelah UNESCO menetapkannya sebagai warisan dunia.

Meskipun sangat populer, batik masih butuh dukungan dari pemangku kepentingan, termasuk pemerintah agar industrinya tetap berkembang. Menyadari hal itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memberikan dukungannya atas industri batik di kota mereka. Kegiatan CSR kategori community based development yang mendukung upaya pengembangan batik asli Semarang melalui program ‚ÄúKampung Batik‚ÄĚ.

Berlokasi di Kelurahan Rejomulyo, Semarang Timur, Pemkot Semarang mengembangkan Kampung Batik ini. Di kelurahan tersebut, rata-rata profesi warga adalah pengusaha industri kecil seperti pengrajin batik, penjahit, penjual batik dan sepatu. Melihat potensi ini, Pemkot Semarang membuka peluang program CSR bagi korporasi untuk pembiayaan pembangunan di setiap kampung.

Berkolaborasi dengan PT PLN, PT SMI, dan PT Angkasa Pura, Pemkot memberikan bantuan berupa infrastruktur, pelatihan, peralatan produksi, bantuan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dikerjakan secara swadaya. Dalam paparannya di hadapan juri ajang PR Indonesia Award 2020, Wakil Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menyatakan produksi Kampung Batik sangat beragam, mulai dari jenis batik tulis yang eksklusif, batik cap, sampai batik cetak atau printing.

Motif batiknya khas batik asli semarangan, sehingga berbeda dengan batik dari kota lain. Warna yang yang dipakai biasanya lebih berani karena berasal dari wilayah pesisir, menjadi ciri khas batik semarangan. Kerjasama yang dilakukan pun hingga ke luar negeri. Dalam hal ini Pemkot Semarang sudah menjalin relasi dengan Turki soal perluasan pasar batik. Pemerintah kota pun bahkan memasukkan kampung Batik sebagai paket wisata kunjungan ke Semarang.  

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]