× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Pembangkit Tenaga Angin China akan Jadi yang Terbesar di Dunia pada 2021

By Redaksi
Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Angin di China. Foto : David Will from Pixabay

MajalahCSR.id – Pandemi ternyata tak menghalangi China untuk menjadi negara nomor satu dalam instalasi pembangkit listrik tenaga angin melewati Inggris. Analis dari firma FTI Consulting memperkirakan, kapasitas kumulatif energi tenaga angin negara tirai bambu akan melangkahi Inggris sebagai negara terdepan pemilik energi tenaga angin pada 2021 ini. Bahkan jika pun seandainya Inggris menggandakan kapasitas mereka di 2030.

Namun disebutkan, lampauan ini bukanlah kabar buruk bagi industri energi tenaga angin di Inggris. Sebaliknya, ini baik untuk bisnis. Feng Zhao, direktur strategi Dewan Energi Tenaga Angin, mengatakan, jika upaya bisnis dilakukan di Eropa saja, pasti terbatas. Tapi bila dialihkan ke Asia, Amerika Utara, bahkan Afrika, bisa memperluas kesempatan ‘bisnis’.

Teknologi, menurut Zhao, bisa ditransfer. Inovasi mampu disebar ke seluruh penjuru bumi. “Ini kesempatan besar, dan bagus untuk bumi,” ungkap Zhao.

China mulai mengejar proyek tenaga angin mereka sejak 2017, tahun di mana instalasi pembangkit tenaga angin mereka menembus kapasitas 1 Gigawat. Keberhasilan itu seolah bola salju yang kian membesar. Pertambahan turbin angin mereka terus meningkat sepanjang ribuan kilometer, membentang sepanjang pantai Shanghai hingga Hongkong. Kelak, ada ratusan turbin yang mampu menyuplai energi yang cukup bagi jutaan operasional bisnis dan rumah.

Negara berpenduduk terbesar di dunia itu sedang berupaya menaklukkan pasar energi terbarukan dunia. Masa pandemi COVID-19 pun tak mampu menahan China untuk terus memperbesar kapasitas tenaga anginnya dibanding negara lain. Hal ini guna memenuhi rencana total kapasitas energi terbarukannya menjadi 52 gigawat pada 2030.

“Di tengah isu perubahan iklim, yang menjadi pemicu terbesar (pembangunan instalasi tenaga angin) adalah keinginan pemerintah (China) untuk mengembangkan industri baru, menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi yang di saat bersamaan mengurangi konsumsi dan produksi batubara,” lanjut Zhao.

Termasuk pembangit tenaga angin China, terdapat lebih dari 135 ribu instalasi turbin tenaga angin di seluruh dunia yang menghasilkan 235 gigawat listrik per tahun. Meskipun dikenal sebagai negara penghasil emisi karbon terbesar dunia,  hal itu bukan lantaran penolakkanya pada energi terbarukan. Saat ini, pembangkit tenaga listrik batubara masih jadi tulang punggung ekonomi China, tapi pembangunan instalasi energi terbarukan tumbuh stabil.

Target jangka panjang negara Panda ini adalah mampu memasok kebutuhan energi sampai setengahnya dari energi terbarukan pada 2050.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]