× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Peluncuran Dokumentasi Riset APPNIA untuk Generasi Indonesia Berkualitas

By Redaksi

Selain pembenahan infrastruktur, masalah lain yang tak kalah penting bangsa ini adalah pemenuhan kebutuhan gizi nutrisi ibu dan anak. Memberikan nutrisi yang baik bagi ibu dan anak bak menabung aset generasi cemerlang di masa depan. Situasi ini dipahami betul oleh Asosiasi Perusahaan Produk Bernutrisi Ibu dan Anak (APPNIA). Guna mendukung generasi mendatang yang lebih unggul, APPNIA meluncurkan sebuah dokumen riset berjudul ”Dukungan APPNIA terhadap percepatan pencapaian SDGs dan Generasi Masa Depan Indonesia”.

Riset ini merupakan dokumentasi peran aktif serta komitmen jangka panjang APPNIA mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs. Selain itu, tentu saja demi masa depan generasi Indonesia yang berkualitas.

Peluncuran riset dokumentasi ini bertempat di Hotel JS Luwansa, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (27/02). Dalam sambutannya, Ketua APPNIA periode 2018 – 2020, Rivanda Idiyanto menyebut, pihaknya ingin menjadi bagian penting dalam mendukung dan meningkatkan status gizi, kesehatan ibu dan anak lewat kemitraaan dengan pemerintah dan stake holder. Semua itu dilakukan lewat kegiatan secara terencana dan sistematis.

Merujuk pada ketetapan tujuan pembangunan berkelanjutan  17 butir SDGs oleh Perserikatan Bangsa Bangsa  (PBB), terdapat 3 butir yang menjadi bagian peran APPNIA yaitu SDGs 2 (Tanpa Kelaparan), SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejantera), dan SDGs 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak).

Tentu saja individu yang sehat punya kemampuan fisik dan daya pikir yang kuat. Alhasil, bisa berkontribusi dalam membangun masyarakat. Bagaimanapun, pencapaian SDGs butuh kolaborasi dari semua pihak, mulai pemerintah, BUMN, pihak swasta, organisasi kemasyarakatan, termasuk peran masyarakat sendiri. “SDG bisa menjadi perwujudan program nyata mencapai Indonesia tanpa kelaparan, kehidupan sehat dan sejahtera, sanitasi yang layak,”ucap Rivanda.

Data Survey Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2015 menunjukan Angka Kematian Bayi (AKB) masih tinggi.  Jika target Tujuan Pembangunan Milenium (Millenium Development Goals sebelum SDGs) maksimal 102 per 100 ribu kelahiran hidup, maka di survey tersebut masih tercatat 305 kematian Ibu per 100 ribu kelahiran hidup. “Program-program yang dilakukan perusahaan-perusahaan anggota APPNIA dalah bagian dari kegiatan Corporate Social responsibility (CSR) dan Creating Shared Value (CSV) masing-masing yang mendukung capaian SDGs”, papar Rivanda.

Sampai saat ini APPNIA beranggotakan 10  perusahaan nutrisi besar diantaranya Abbott Products Indonesia, Fonterra Brands Indonesia, Frisian Flag Indonesia, Indofood CBP Sukses Makmur, Nestle Indonesia, Nutricia Indonesia Sejahtera, Reckitt Beckinser,  Kalbe Nutritionals, Sari Husada Generasi Mahardika, Wyeth Nutrition Sduaenam.

Hadir pada acara peluncuran tersebut sejumlah pejabat terkait seperti Deputi Menteri Pembangunan Manusia, masyarakat, dan Kebudayaan BappenasDr. Ir. Subandi Sardjoko yang diwakili staff. Hadir pula pejabat dari Kementerian Kesehatan, serta Kepala Direktorat Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar,  Ir. Abdul Rochim, M.Si. Dalam sambutannya, Abdul Rochim menjelaskan konsumsi susu per kapita Indonesia masih kalah dibandingkan negara ASEAN lain. Konsumsi susu per kapita di Indonesia hanya mencapai 16,9 kg per kapita per tahun. Bandingkan dengan Thailand yang mencapai 22 kg, dan Malaysia 36 kg. Sehingga perlu kerja sama antar pihak untuk mengejar konsumsi ketertinggalan nutrisi ini.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]