× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Pelajar Indonesia di Jepang Rumuskan Rekomendasi Strategi Percepatan Pembangunan di Daerah 3T di Indonesia

By Redaksi

Mengumpulkan ahli lintas disiplin ilmu dari latar belakang WNI dan WN Jepang, PPI Jepang merekomendasikan tiga aspek yang harus dikejar oleh Pemerintah RI agar daerah Terluar, Tertinggal, Terdepan (3T) di Indonesia segera naik kelas.

Ikut memeriahkan penyelenggaraan KTT G20 di Osaka, PPI Jepang mengadakan simposium ilmiah yang dinamakan the 2nd Annual Scientific Symposium of Indonesian Collegian in Japan (ASSIGN). Simposium ini bertujuan menghasilkan rekomendasi bagi pembangunan di Indonesia. Adapun rekomendasi ini dari pemikiran mahasiswa Indonesia di Jepang yang melibatkan Indonesianis asal Jepang, diaspora Indonesia di negeri Sakura dan perwakilan Pemerintah RI dari beberapa instansi.

Kajian PPI Jepang menemukan setidaknya tiga aspek yang mesti dibenahi oleh Pemerintah RI untuk mempercepat pembangunan di daerah 3T. Ketiganya yakni kesehatan dan pendidikan, penerapan ilmu pengetahuan, dan teknologi serta reformasi kebijakan ekonomi dan publik.

“Kajian internal PPI Jepang yang didukung oleh studi kepustakaan penelitian-penelitian terkait dengan isu pemerataan pembangunan di Jepang dan Indonesia, menemukan tiga aspek yang menjadi bottle neck bagi usaha percepatan pembangunan di daerah 3T. Dari temuan ini, kami melakukan focus group discussion (FGD) sebanyak tiga kali dengan mengundang berbagai narasumber dari berbagai latar belakang. Mulai dari calon mahasiswa doktoral, akademisi alumni universitas Jepang, Pemerintah RI melalui Kemendesa, dan Indonesianis asal Kyoto University. Sejauh ini kami sudah mengantongi temuan lanjutan yang akan dibahas melalui ASSIGN,” tutur Syaban Mohammad, Ketua PPI Jepang 2018/2019 pelajar program magister bidang manajemen bencana.

Pemerintah Joko Widodo melalui Perpres nomor 131/2015 tentang Penetapan Daerah Tertinggal tahun 2015-2019 menetapkan 122 kabupaten sebagai daerah tertinggal. Targetnya pada tahun 2019 Pemerintah dapat meningkatkan status 80 kabupaten menjadi daerah maju. Tujuan ini sejalan dengan fokus program kerja PPI Jepang, yakni memberikan kontribusi intelektual untuk pembangunan Indonesia. Jepang adalah negara yang sukses melakukan pemerataan kesejahteraan dalam waktu relatif singkat setelah porak poranda akibat Perang Dunia II.

“Otonomi daerah berperan penting untuk memicu berinovasi sesuai dengan potensi dan kebutuhan daerah di Jepang, selain itu produksi pengetahuan harus diturunkan kepada daerah melalui perguruan tinggi dan lembaga penelitian” terang Prof. Akihisa Matsuno, Dekan Osaka School of International Public Policy saat menjelaskan keberhasilan Jepang dalam melakukan pemerataan kejahteraan.

Hasil beberapa FGD yang dilakukan PPI Jepang sejak 2018, menemukan bukti peran Ibu sangat krusial dalam aspek kesehatan dan pendidikan. Perannya terutama dalam menyediakan kebutuhan gizi dasar serta memotivasi anak-anak mereka dalam menuntaskan pendidikan dasar. Pada aspek penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, studi PPI Jepang menemukan, transfer teknologi terkait dengan industri agraris penting dilakukan untuk mendukung kebijakan isu ketahanan pangan di daerah. Terakhir, temuan pada aspek ekonomi dan kebijakan publik menekankan pentingnya menggunakan pendekatan localogy dalam mempertimbangkan perspektif eksternal untuk membangkitkan potensi ekonomi daerah.

Acara ini dihadiri oleh sekitar 100 peserta yang sebagian merupakan mahasiswa Jepang beserta pelajar Indonesia yang menempuh studi di Jepang. “Pembahasan soal kawasan tertinggal seringkali terlewatkan, namun lewat acara ini banyak ilmu baru yang saya serap dari para ahli”, tutur Thifali Adzani, mahasiswa master alumni ITB yang sedang menempuh pendidikan di Kyoto University dengan antusias.

Acara ASSIGN juga dimanfaatkan oleh PPI Jepang untuk menerima dua guru peserta program Bantu Guru Melihat Dunia. Program ini didedikasikan PPI Dunia untuk memberikan pengalaman internasional guru dalam mempelajari manajemen pendidikan di Jepang selama seminggu di kota Himeji. Selain itu ada pula pemberian penghargaan PPI Jepang Omedetou Award untuk pelajar dan diaspora Indonesia yang berprestasi.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]