× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Peduli Pemuda dalam Aksi Berbagi Melalui Campaign.com

By Redaksi
Ilustrasi Donasi. Gambar : Istimewa/vecteezy.com

MajalahCSR.id – Peduli pada sesama sangat dibutuhkan pada saat situasi sulit seperti masa pandemi sekarang. Namun, peduli saja tidak cukup. Perlu ada aksi nyata sebagai realisasi atas sikap peduli kita.

Campaign.com sebagai bagian dari inkubator kegiatan kaum muda, mendorong adanya kepedulian sesama melalui berbagai aksi positif anak-anak muda Indonesia.

Dalam diskusi “Ngabubulive: berbagi Manfaat untuk Semua Melalui Aksi Sedekahku” web seminar pada Kamis (30/4/2020), Campaign.com mengajak 3 anak muda yang layak dijadikan contoh bagi anak muda lainnya dalam kiprah mereka.

Edukasi dan Donasi dari AMSA Indonesia

Pertama adalah Yoris Novita dari Asian Medical Students Association (AMSA) Indonesia. Menurut Yoris, AMSA adalah perkumpulan mahasiswa kedokteran yang berasal dari 36 perguruan tinggi negeri dan swasta seluruh Indonesia.

“AMSA merupakan organisasi mahasiswa kedokteran di Indonesia. (Sebagai organisasi) AMSA Indonesia punya beberapa filosofi yaitu knowledge, action dan friendship,” kata Yoris yang bertugas sebagai liason officer penanggung jawab hubungan eksternal AMSA Indonesia. Jadi menurut Yoris, tujuan dari AMSA ini selain mengembangkan kemampuan anggotanya juga sebagai wadah untuk bisa terjun ke tengah masyarakat.

“Biasanya acara yang dilakukan secara online maupun offline seperti health campaign,” lanjutnya. Salah satu pihak yang diajak kerja sama adalah campaign.com untuk bisa memberikan edukasi dan donasi kepada masyarakat. Yoris mengungkapkan kaum muda bisa berkontribusi dengan terlibat langsung dalam aksi kegiatan yang dilakukan AMSA Indonesia.

“Jadi, selain bisa ikut aksi, juga sambil belajar mengenai isu kesehatan saat ini,” imbuh Yoris.

Melalui aplikasi campaign.com, AMSA Indonesia mengajak siapapun untuk berdonasi melalui aksi tantangan di aplikasi tersebut senilai Rp 10.000. Hasil donasi akan digunakan untuk pengadaan masker, dan alat pelindung diri (APD) lain yang akan disalurkan pada tenaga medis di berbagai rumah sakit yang membutuhkan. Selain itu donasi juga digunakan untuk peduli dan biaya anak-anak yang memiliki penyakit langka dari kalangan tak mampu.

Menurut Yoris sejauh ini sudah ada 50 rumah sakit yang sudah mendapat bantuan. Bantuan itu berupa 1.000 face shield atau pelindung wajah, 400 boks masker medis,  lalau pakaian hazmat 1.400 buah,  masker N95 dan KN95 sebanyak 600 buah, hand glove atau sarung tangan medis 200 boks, dan hand sanitizer 100 buah.

Selain menyalurkan APD dari hasil donasi, AMSA Indonesia pun bekerja sama dengan pihak lain seperti Mustika Ratu untuk pengadaan jamu, Frisian Flag untuk kebutuhan susu, dan juga sejumlah komunitas yang menyalurkan donasi kepeduliannya melalui AMSA.  

Mari Mengajar melalui Ayo Mengajar Indonesia

Sementara itu, Adi, Direktur Ayo Mengajar Indonesia (AMI), menceritakan aksi mengajar pada anak sekolah dasar yang berada di daerah tertinggal dan terpencil. Adi yang masih berstatus mahasiswa ini mengungkapkan, AMI berawal dari kegiatan program pengabdian masyarakat yang diikutinya. Namun, saat kegiatan selesai, ia dan teman-temannya berpikiran untuk melanjutkan program ajar karena melihat adanya dampak positif bagi anak-anak sekolah.  

Dalam perjalannya, kegiatan komunitas yang dilakukan akhirnya berubah menjadi yayasan (Ayo Mengajar Indonesia) yang mengkhususkan diri membantu kemajuan dan pemerataan pendidikan yang berkualitas di wilayah terpencil.

“Kami tidak hanya memberikan pengajaran formal, namun juga memberikan hal lain seperti pendidikan karakter dan pengembangan social skill pada siswa,” cetus Adi. Kegiatan yang dilakukan pun tak hanya di lingkungan, tapi juga dilakukan di luar sekolah.

Menurut Adi, problem pendidikan terutama di daerah terpencil sangat kompleks. Bahkan dari sisi fundamental seperti akses dan fasilitas masih jauh dari kata memadai. Alhasil, pendekatan yang dilakukan pun tak hanya pada siswa sebagai sasaran, namun juga orang tua, guru, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya.

Berbeda dengan Indonesia Mengajar yang mensyaratkan sarjana sebagai tenaga pengajar, Ayo Mengajar Indonesia merekrut para relawan yang masih berstatus mahasiswa melalui proses rekruitmen yang baku. Mahasiswa yang lolos akan ditempatkan sebagai relawan pengajar selama 3 minggu di wilayah sasaran. Penentuan durasi waktu juga bertepatan dengan libur semester para mahasiswa. Biaya hidup relawan selama mengajar pun ditanggung oleh yayasan.

“Pada satu wilayah, program dilaksanakan selama 3 tahun, dengan relawan yang bergantian,” paparnya.

Berbagi Pesan Positif dan Sehat dari Share Peace

Satu lagi aksi positif dari pemuda Indonesia yang tergabung dalam komunitas Share Peace. Komunitas ini mengkhususkan diri dalam bidang psikologi, perdamaian, disabilitas, dan literasi. Salah satu isu yang sedang digarap adalah anti bullying atau anti perundungan terutama di sekolah.

“Share Peace belum lama ini bekerja sama dengan SMK 3 Cimahi untuk merepresentasikan sekolah tersebut sebagai sekolah anti bullying,” kata Rama Zatriya Galih Panuntun, CoFounder Share Peace. Program ini menurut Rama mendapat respon positif dari Dinas Pendidikan Kota Cimahi. Selanjutnya, kampanye anti bullying ini diupayakan akan menjadi program yang meluas dan massif, termasuk di Kota Bandung.

Beberapa kegiatan yang dilakukan adalah gathering, base camp yang punya fokus pada edukasi untuk menghentikan perilaku bullying yang tercela. Rama mengajak siapapun terutama pemuda untuk turut andil dalam melawan hate speech, propaganda keliru, dan hoax. Dalam pelaksanaan kegiatan dan program, Share Peace menjalin kerja sama dengan komunitas lain sehingga diharapkan hasil yang dicapai lebih berdampak.

Seperti halnya AMMA, Share Peace mengajak untuk berdonasi melalui aplikasi campaign senilai RP 10.000 yang digunakan untuk pembelian masker bagi mereka yang tak mampu dan terpaksa harus bekerja di luar rumah di tengah pandemi.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]