× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Pakar Temukan Rumput Laut yang Hilangkan Emisi Ternak

By Redaksi
Ilustrasi Rumput Laut dan Pakan Ternak Sapi. Foto : Image Future Feed/edit by Andrea Steffen

MajalahCSR.id – Sektor peternakan seringkali dituduh sebagai pencetus emisi yang membahayakan. Bukan lagi karbon dioksida, emisi dari peternakan adalah gas metana yang lebih bermasalah pada lingkungan. Salah satu sumber emisinya adalah gas dari sendawa dan kentut ternak.

Tak membiarkan masalah berlarut, perusahaan pakan CSIRO yang berafiliasi pada Future Feed membuat terobosan. Inovasi yang mereka lakukan bahkan sudah diganjar penghargaan internasional, Food Planet Prize, bernominal US$ 1 juta. Mereka mengembangkan pakan dari bahan rumput laut selama 10 tahun, yang bisa mengurangi kandungan metana kala ternak sendawa atau buang gas.

Peternakan sapi (terutama) sangat dibutuhkan karena sumber komoditas daging, susu, dan bahan kulit. Di pihak lain, jumlah peternakan sapi di muka bumi teramat banyak, sehingga emisi yang ditimbulkan pun teramat signifikan. Satu ekor sapi memproduksi emisi setara dengan satu mobil. Sehingga tak heran, 15% emisi gas rumah kaca berasal dari gas metana yang timbul dari industri peternakan.

Keberadaan metana di atmosfir memang lebih singkat dibanding karbon dioksida (yang bisa bertahan lebih kurang sembilan tahun). Namun, justru beberapa kali lipat lebih berbahaya. Jika konteksnya adalah pemanasan global, maka 86 kali lebih tinggi levelnya dari dampak CO2 selama dua dekade, dan 28 kali lebih kuat pengaruhnya dalam hitungan abad.

Beberapa waktu lalu para ahli sempat menyarankan mengurangi konsumsi daging, namun ini tak mudah dilakukan secara cepat di lapangan. Sehingga sejumlah pakar mencari alternatif solusi dari masalah ini. Contohnya, para ahli dari Universitas Pennsylvania, Amerika menemukan suplemen diet untuk pakan sapi, namun hanya mampu menurunkan kadar metana hingga seperempat saja.

Ada pula kelompok ilmuwan yang menggunakan cara rekayasa genetis untuk mereduksi metana dari sendawa dan kentut ternak. Mereka bahkan sudah memenangkan penghargaan Nobel, tapi rekayasa genetik masih dianggap kontroversial. 

Michael Battaglia, ilmuwan CSIRO dan Direktur Future Feed mengatakan, produknya ini mengandung rumput laut super Australia bernama Asparagopsis. Rumput laut ini mampu menghilangkan metan dari ternak saar dicampur ke dalam pakan. Ini artinya, jika dikomersialisasikan, sangat potensial untuk mengurangi jejak emisi karbon secara massif.

“Kami akhirnya menemukan suplemen yang dengan hanya segenggam tangan per hewan ternak per hari, dapat menghilangkan emisi metana hingga 99,9%,” sebut Battaglia.

Terdapat bahan campuran rumput laut yang menghentikan proses produksi metan yang dilakukan mikroba kecil (dalam tubuh sapi). Alih-alih memproduksi metana, mikroba lain muncul dan menghasilkan zat yang lebih baik, asam lemak dan sejenisnya, yang dengannya hewan memproduksi susu atau daging.

“Kami bisa menemukan solusi pada masalah emisi peternakan susu dan penggemukkan daging dengan cara yang sederhana, yang berdampak pada lima megaton emisi di Australia dan 500 megaton di seluruh dunia. ini setara dengan menghilangkan emisi 100 juta mobil dari jalanan. Namun, dalam proses panjangnya, jika kita dapat mulai memikirkan dan menemukan cara yang sama pada rumput pakan, di mana dampak positifnya bisa 10 hingga 100 kali lebih kuat,” terangnya panjang lebar.

“Kami juga melibatkan warga asli yang tergabung dalam Narungga Nation Aboriginal dan perusahaan kelautan, serta perusahaan pengembangbiakkan rumput laut, CH4,” ungkap Battaglia.

Sayangnya, produk ini baru direncanakan dijual sebatas pasar Australia. Ide ini diketahui muncul di saat negara-negara dunia berusaha meminimalisasikan emisi dari sektor perkebunan/peternakan dan bersiap untuk menyambut konferensi iklim, COP 26 tahun 2021, di Glasgow, Skotlandia.

 

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]