× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Operasi dengan Bedah Minimalis? Mungkin gak?

By Redaksi

Jakarta – Majalahcsr. Pembedahan dengan sayatan yang minimal saat ini semakin menjadi trend sebagai pelayanan unggulan rumah sakit. Dahulu, operasi sering meninggalkan bekas luka cukup besar, rasa nyeri pasca bedah yang signifikan dan pemulihannya pun memerlukan waktu yang lebih lama.

Pada anak-anak, saat ini  banyak pembedahan  minimal invasif  yang menjadi pilihan utama sebagai solusi permasalahan pembedahan untuk si kecil. Dokter Spesialis Bedah Anak dari Rumah Sakit Awal Bros Tangerang Dr. Alifi Maulidyan, SpBA menjelaskan pembedahan minimal invasif memerlukan peralatan yang kecil dan sayatan lebih sedikit dibandingkan pembedahan tradisional.

Anak-anak pun umumnya pulih dalam dalam waktu yang lebih singkat dan luka operasi pun sangat tersamar. Biasanya anak bahkan dapat kembali kembali ke aktivitas normal, bermain dalam waktu yang sangat singkat.

Apa keuntungan pembedahan minimal invasif?

  • cedera yang minimal pada jaringan tubuh. Pembedahan minimal invasif dilakukan dengan cara melakukan sayatan yang kecil di rongga perut, kemudian dengan bantuan kamera akan mencari permasalahan di rongga perut secara akurat. Dengan demikian, bagian tubuh yang mengalami manipulasi sangat minimal dan tindakan pun akan sangat terfokus & akurat.
  • nyeri yang jauh lebih ringan dibanding pembedahan tradisional, mengingat sayatan yang sangat minimal
  • mengurangi perdarahan
  • scar/bekas luka dan jaringan parut yang lebih minimal
  • masa perawatan yang lebih singkat
  • masa pemulihan yang singkat dan anak bisa kembali beraktivitas yang lebih cepat dibanding operasi tradisional

Bagaimana Pembedahan Dilakukan?

Pembedahan minimal invaid filakukan dengan memasukkan port melalui sayatan yang kecil (key-hole incisions) di rongga perut atau dada. Umumnya, jumlah sayatan yang diperlukan adalah 3-4 buah.

Kamera dengan diameter yang kecil -disebut endoscope– akan dimasukkan melalui port. Kamera inilah yang memberikan pencitraan resolusi tinggi mengenai kondisi di dalam perut anak.

Instrumen lain (seukuran diameter pulpen) akan masuk melalui port untuk melakukan prosedur pembedahan. Metode ini sangat berbeda dengan teknik tradisional. Sayatan yang umumnya lebih besar pada bedah konvensional berhubungan dengan jaringan sehat lebih banyak mengalami cedera, rasa nyeri pasca bedah lebih signifikan dan pemulihan pun lebih lama.

Single Incision Laparoscopic Surgery/Pembedahan Laparoskopi Satu Sayatan

Dengan inovasi teknologi kesehatan, saat ini pembedahan minimal invasif pada perut memungkinkan untuk dilakukan hanya dengan satu sayatan kecil pada pusar (umbilikus).  Port khusus akan dimasukkan, dan kemudian prosedur pembedahan dilakukan seluruhnya melalui sayatan di pusar.

Permasalahan bedah anak yang sangat cukup sering – seperti radang usus buntu (appendisitis), hernia, dan undesensus testis dapat dilakukan melalui pendekatan single incision laparoscopic surgery. Mengingat bekas sayatan pada teknik ini amatlah kecil, kadang teknik ini juga dikenal sebagai almost no scar surgery.

Kondisi Apa Saja yang Bisa Ditangani Dengan Bedah Minimal Invasif?

  • radang usus buntu (appendisitis)
  • hernia
  • undesensus testis (testis tidak turun)
  • reseksi saluran cerna
  • biopsi hati (liver biopsy)
  • kolesistektomi (pengangkatan kandung empedu)
  • splenectomy
  • kista/massa ovarium anak dan remaja
  • evaluasi nyeri perut kronis
  • evaluasi trauma
  • penyakit Hirschsprung
  • stenosis pilorus hipertrofi
  • koreksi malrotasi saluran cerna

 

“Yang minum obat setiap hari itu tidak hanya kamu. Yang sakit diabetes juga minum obat. Yang hipertensi juga rajin minum obat.” Itulah kata-kata yang Tice sampaikan kepada Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang ia dampingi agar mau rajin terapi dan minum obat. Tice adalah seorang ibu rumah tangga yang berkomitmen menjadi pendamping ODGJ, bukan perawat […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]