× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

New York Menerapkan Larangan Kantong Plastik, Menyusul California

By Redaksi
New York Melarang Kantong Plastik

Kantong plastik telah menjadi persoalan global. Pemerintah di banyak negara di dunia telah menjadikan pengurangan plastik sekali pakai sebagai solusi. Seperti yang baru-baru ini dilakukan oleh pemerintah New York. Gubernur New York Andrew Cuomo menandatangani undang-undang yang mengatur peredaran plastik sekali pakai ini pada 22 April 2019 lalu, bertepatan dengan perngatan Hari Bumi. Kebijakan tersebut resmi diberlakukan Maret 2020 mendatang.

Gagasan ini datang dari Gubernur Andrew M Cuomo, dan akan menjadi larangan kedua di seluruh negara bagian, setelah California, yang sudah melarang penggunaan kantong plastik sejak 2016. Larangan ini dimaksudkan untuk mencegah efek bencana dari kantong plastik, baik terhadap llingkungan pada umumnya maupun terhadap satwa liar. Namun kebijakan tersebut tak sepenuhnya mendapat dukungan dari masyarakat.

Di Indonesia, kalangan pengusaha menyesalkan peraturan terkait larangan penggunaan kantong plastik. Pada November 2018 lalu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy Nicholas Mandey mengatakan larangan tersebut merugikan pengusaha atau peritel. Menurutnya, seharusnya kebijakan adalah pengurangan, bukan pelarangan. Di depan pers, Roy mengatakan,”Kalau pengurangan tentunya kita berupaya untuk mengontrol (penggunaan plastik), kemudian berusaha dikontrol, disesuaikan aturan, sesuaikan dengan apa yang diharapkan. Ini yang disebut pengurangan.”

Hal yang sama juga terjadi di New York. Kalangan industri kantong plastik menentang larangan, dengan dalih daur ulang adalah masalah tanggung jawab pribadi dan seharusnya tidak diregulasi. Seperti Mark Daniels dari American Progressive Bag Alliance, sebuah kelompok industri perdagangan, menyebutkan banyak orang yang menggunakan kembali kantong plastik di rumah. Menurutnya, pembatasan penggunaan kantong plastik di Amerika akan mengurangi banyak lapangan pekerjaan di sektor manufaktur dan pusat daur ulang.

Para penggiat lingkungan, seperti dikutip The Associated Press menyebutkan, warga New York diperkirakan menghabiskan 23 miliar kantong plastik setiap tahunnya. Kantong gratis dapat dengan mudah ditemukan di setiap pasar swalayan, apotik, atau toko kelontong. Sayangnya, sebagian besar kantong-kantong tersebut tak dapat didaur ulang. Lalu, ke mana larinya kantong-kantong itu setelah digunakan?

“Mereka ditemukan di laut, menyumbat saluran pembuangan, ada di pohon. Mereka ditelan kehidupan laut. Dan saat itu terjadi, kita sebenarnya memakan kehidupan laut. Apa yang buruk bagi planet hampir selalu buruk untuk kita,” ujar Lilly Belanger dari noimpactproject.org.

Ya, kantong-kantong yang terbuat dari produk-produk minyak bumi dan gas alam dan tidak dapat terurai secara alami tersebut merupakan masalah lingkungan besar. Menurut Berenger New York City saja menghabiskan hampir US$10 juta per tahun untuk mengirim 100 ribu ton kantong plastik ke tempat-tempat sampah di luar negara bagian.

Pengacara Jennie Romer dari PlasticBagLaws.org membantu membuat peraturan daerah untuk melarang kantong plastik atau menarik biaya untuk penggunaannya. Dikatakannya, hampir 150 kota di Amerika telah melakukannya dan memberikan dampak yang baik. Menurut Romer, di Washington, DC, pengenaan biaya 5 persen untuk kantong plastik sekali pakai berhasil mengurangi penggunaan hingga 60 persen. Di Los Angeles County, California, larangan penggunaan kantong plastik dan biaya 10 sen untuk kantong kertas mengarah pada pengurangan 95 persen penggunaan kantong plastik sekali pakai secara keseluruhan.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]