× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Nestapa Burung Laut, Bikin Sarang dari Limbah Plastik

By Redaksi
Anak Elang Tiram - Dr Chris Surman

Kepulauan Houtman Abrolhos terletak di semenanjung Australia. Karena pemandangannya yang cantik, kepulauan ini kerap dijadikan destinasi wisata. Selain view pantai yang indah, satwa yang mendiami kepulauan tersebut juga beragam. Salah satunya, koloni burung laut (seabirds). Seabirds berkembang biak secara alami di kepulauan tersebut. Namun, limpahan sampah plastik dari laut menyebabkan kepulauan ini tercemar. Sampah plastik ini dengan cepat mendampari pulau dan berdampak pada kehidupan spesies burung laut di sana.

Koloni burung tersebut kini membangun sarang dari sampah plastik. Fakta yang ironis ini mengundang ilmuwan untuk meneliti dampak sampah plastik terhadap populasi burung.

Ahli ekologi kelautan, Doktor Chris Surman meneliti lebih kurang 800 sarang dari 8 spesies burung laut. Lokasinya di pesisir Barat Australia. Surman menemukan banyak plastik yang dijadikan sarang oleh burung-burung malang tersebut. Plastik sarang berasal dari tambang plastik, jaring plastik, yang digunakan industri perikanan berpuluh-puluh tahun silam.  

Surman menyebut burung-burung besar seperti elang tiram (Ospreys) memakai limbah plastik untuk membangun sarang. Sementara burung yang lebih kecil yang terancam punah seperti camar anggok (noddy), ditemukan material plastik juga di 10 % sarang yang disurvei.

“Burung adalah hewan pengumpul. Apapun yang mereka temukan di pantai untuk membangun sarang, akan mereka ambil,”jelas Dr. Surman.

“Sampah plastik yang ditemukan di laut sungguh massif, salah satunya di Abrolhos dan pantainya.”

Dr. Surman sudah lebih dari 30 tahun mempelajari burung di Abrolhos, termasuk burung yang terancam punah, camar anggok, yang sarangnya hanya ada di satu tempat lain selain Abrolhos.  

Telur camar anggok di sarang yang terkontaminasi plastik – Dr Chris Surman

Dampak bagi Burung Belum Terungkap

Dr Surman mengungkapkan, material plastik berasal dari potongan tambang nilon. Selain itu, ditemukan juga jaring plastik dan sampah rumah tangga. Tapi dampak langsung terhadap kesehatan burung belum terungkap secara detail.

“Melihat plastik di sarang burung tak hanya menganggu pemandangan, tapi juga kenyamanan burung itu sendiri,” tambah Surman. Jaring yang menjerat bahkan bisa membunuh anak elang tiram, cetusnya. Jeratan jaring membuat anak burung tak bisa mengangkat kepala sehingga tak mendapat makanan dari induknya.   

Yang jelas, tambah Surman, jika sampah plastik ini dimakan atau termakan oleh burung, akan mengontaminasi pencernaannya. Racun plastik akan menganggu kesehatan burung. Surman tengah meneliti dampak plastik terhadap kematian burung dan kemampuannya dalam berkembang biak.

Perilaku mengatasi soal sampah

Kepulauan Abrolhos adalah wilayah tangkapan ikan dan industri kelautan. Selain itu juga dimafaatkan turis untuk berekreasi pantai dan memancing. Surman mengungkapkan, kebanyakan warga yang bekerja di kepulauan tersebut amat memperhatikan perilaku buang sampah. Sehingga, sampah plastik yang terdampar, disinyalir berasal dari luar kawasan yang terbawa arus. Usia dari limbah plastik pun belum bisa dipastikan. “Bisa puluhan atau ratusan tahun yang lalu,” ujar Surman memprediksikan .

“Banyak orang di luar sana yang punya rasa tanggung jawab, namun ada juga yang bertindak sembrono, menjadikan Abrolhos seperti ini. Ini sungguh tak bertanggungjawab,”keluh Surman.

Pecahan limbah plastik di sekitar sarang burung elang tiram di kepulauan Abrolhos – Dr Chris Surman

Industri Perikanan Mengurangi Plastik

Sementara itu, Ketua Eksekutif Dewan Industri Perikanan Australia Barat, Alex Ogg mengaku pihaknya berupaya mengurangi penaggunaan plastik.  

“Jaman telah berubah, dimana kepedulian publik terhadap sampah membuat industri kami pun turut menyesuaikan diri ke arah lebih baik,”kata Ogg.

Sampah yang diangkut dari kepulauan Abrolhos – ABC Midwest and Wheatbelt

Industri perikanan, Lanjut Ogg, peduli dengan kontribusi membantu membersihkan limbah plastik dan sampah lain di lautan. Hal ini juga terkait dengan mata pencaharian mereka yang tak ingin terganggu dengan limbah.

Salah satu bentuk kepedulian industri perikanan di sana dengan membuat kotak umpan dari bahan daur ulang serta melarang pemakaian umpan berbahan plastik.  Ogg berjanji untuk lebih memperhatikan isu limbah plastik di lautan.

Sumber :
https://www.abc.net.au/news/rural/2019-07-15/seabird-plastic-on-abrolhos-islands/11300782

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]