× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Native Shoes Ciptakan Sneaker Yang Terbuat Dari Tanaman

By Redaksi
www.nativeshoes.com

Prihatin atas banyaknya material produk yang sangat tidak ramah lingkungan, Damian Van Zyll de Jong, seorang pria asal Kanada tergerak untuk menciptakan sneaker berbasis tanaman yang 100 % dapat terurai.

Native Shoes, perusahaan sepatu yang didirikan oleh Van Zyll de Jong pada tahun 2009 dikenal dengan moto “Beast Free“-nya, yang tidak menggunakan bahan-bahan hewani. Melalui koleksi sepatu terbarunya yang bernama The Plant Shoes, Van Zyll de Jong tak sekedar menciptakan sepatu ramah lingkungan namun menawarkan pilihan yang berdampak baik bagi Bumi.

Menurut Native Shoes, hampir 300 juta pasang sepatu berakhir di tempat pembuangan sampah setiap tahunnya. The Plant Shoes hadir sebagai “sneaker modern pertama dan satu-satunya” yang sepenuhnya bebas dari hewani dan dapat terurai secara alami.

Seluruh bahan Plant Shoes benar-benar 100% terbuat dari tanaman. Adapun bahan-bahan yang digunakan pada setiap bagian sepatunya terdiri dari lactae hevea alami, tanaman eucalyptus, tanaman sisal, linen dan kapas organik, tanaman kenaf, jagung  dan kulit nanas.

Sedangkan benang yang digunakan pada Plant Shoes terbuat dari benang goni yang direndam dengan minyak zaitun. Plant Shoes juga menggunakan lem berbasis lateks alami dan tali sepatu yang terbuat dari katun organik.

www.nativeshoes.com

Proses pembuatan Plant Shoes memerlukan waktu 12 hingga 13 hari untuk membuat bagian solnya saja. Maka, tak heran jika sepatu ini dihargai dengan harga yang cukup mahal mengingat proses pembuatannya yang lama dan menggunakan bahan berkelanjutan yang memiliki kualitas tinggi.

Pada tahun 2018, Native Shoes juga telah bermitra dengan Zappos for Good untuk meluncurkan “Proyek Remix”, proyek yang mengumpulkan seluruh sepatu Native Shoes bekas untuk didaur ulang menjadi bahan pembuatan taman bermain.

“Langkah selanjutnya di luar inisiatif daur ulang kami saat ini, adalah menciptakan sesuatu yang tidak perlu digunakan kembali atau didaur ulang, tetapi sebaliknya, menghasilkan nol limbah. Sesuatu yang lahir dari bumi dan dapat kembali ke dalamnya.” ujar Michael Belgue, Direktur Kreatif Native Shoes sebagaimana dikutip dari Green Matters.

Belgue menambahkan bahwa seluruh proses pembuatan sneaker baru membutuhkan waktu dua tahun. “Setelah dua tahun melakukan penelitian dan pengujian bahan secara ekstensif, The Plant Shoes dilahirkan sebagai 100 persen pertama yang ramah lingkungan, sepenuhnya bebas hewani, dapat dibuat kompos oleh konsumen di akhir masa hidupnya,” tambahnya.

Belgue juga berharap bahwa desain Plant Shoes yang menarik ini dapat membuka pintu bagi Native Shoes untuk terus berinovasi dalam hal berkelanjutan di masa depan.

Plant Shoes saat ini sudah tersedia di situs resminya dan dapat dibeli secara online di nativeshoes.com atau di tokonya . Untuk setiap pasang sneaker Plant Shoes dijual seharga 3 juta rupiah.

Sumber:
https://www.greeners.co/gaya-hidup/native-shoes-ciptakan-sneaker-dari-tanaman/

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]