× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Mural Cantik Ini Terbuat dari 200 Ribu Tutup Botol Plastik

By Redaksi

MajalahCSR.id – Seni mural kini lazim ditemui di kota-kota di Indonesia. Tak sekedar corat-coret di dinding, mural bermuatan seni karena menjadikan dinding sebagai ekspresi keindahan seni lukis. Bahkan, lokasi mural biasanya dijadikan spot foto bagi muda mudi karena sangat ‘instagramable‘.

Tapi apa jadinya jika lukisan mural terbuat dari tutup botol bekas? Seorang artis lukis dari Venezuela, Oscar Olivares membuat karya mural dari tutup botol plastik. Seniman ini ternyata sangat peduli pada masalah lingkungan sehingga bergabung dengan organisasi OkoSpiri and Movement in Architecture for the Future yang fokus pada lingkungan. Lukisan mural warna warni itu menghabiskan 200.000 tutup botol bekas berbagai ukuran.

Mural tersebut berukuran panjang 45 meter dan tinggi 7,25 meter dan 3,5 meter sesuai tinggi media dinding. Dibutuhkan hitungan bulan untuk merampungkannya. Sementara itu lokasi dinding tersebut ada di Plaza Escalona, kawasan El Hatillo Municipality, ibukota Caracas.  

“Inisiatif ini datang dari organisasi OkoSpiri, mereka mengundangku untuk berpartisipasi sebagai artis dalam pembuatan eko-mural Venezuela memakai tutup botol bekas. Pada awalnya, terkesan mustahil, tapi aku meriset teknik pointillism (teknik menggambar yang tersusun dari titik-titik kecil yang membentuk obyek gambar) dan warna. Ini membantuku memahami, tak hanya memungkinkan untuk mendesain mural cantik dengan tutup botol, tapi juga menciptakan karya impresif yang sangat berharga,” komentar Olivares pada karyanya tersebut.

Lebih dari 3 bulan, tim yang terlibat melukis mural setahap demi setahap. Pertama, mereka mewarnai dinding dengan cat putih, donasi dari OkoSpiri AC dan Pinturas Pineco. Lalu, mereka menempatkan pola desain, sambil mengumpulkan tutup botol bekas dan membersihkannya. Selanjutnya mereka menentukan komposisi tutup botol, kemudian meletakannya pada dinding. Terakhir, mural tersebut dirapihkan dan diberi sentuhan akhir.

Hasilnya, mural tersebut terlihat indah dengan komposisi warna cantik menggambarkan burung macaw di habitatnya, bunga matahari raksasa, gunung, bintang, dan obyek lainnya.  

“Mural ini dimulai dengan kota Caracas malam hari dengan bulan arepa. Arepa adalah sejenis makanan popular di Venezuela yang menghubungkan si kaya dan si miskin. Langit di mural itu terinspirasi dari mendiang pelukis Van Gogh. Bagian yang paling penting adalah gambar burung macaw. Burung ini bisa anda saksikan terbang bebas di Caracas. Pada bagian akhir mural bisa dilihat Araguaney, pohon khas Venezuela,” beber Olivares.

Mural tersebut merupakan salah satu eko-mural terbesar di Amerika Selatan dan yang pertama di Venezuela. Tujuan dari hasil karya seni ini untuk menginspirasi kepedulian pada warga Caracas terkait masalah lingkungan di kotanya. Mungkin hal ini bisa menjadi inspirasi seniman di Indonesia untuk melakukan hal yang sama.

Redaksi

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]