× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Mulusnya Praktik Circular Economy di PT Chandra Asri Petrochemical Tbk

By Redaksi
Penandatanganan MoU Pembangunan Jalan Aspal Plastik. Suhat Miyarso (kiri), Vice President Corporate Affairs CAP dan Perwakilan Pemkot Cilegon. Foto: CAP

Dalam sambutan sebagai keynote speaker di acara Indonesia Circular Economy Forum (ICEF) 2019, Senin (11/11/2019), Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan menyatakan, Indonesia perlu mencontoh India dalam memanfaatkan limbah plastik sebagai campuran aspal jalan. Limbah plastik adalah suatu keniscayaan yang bernilai ekonomis dan dapat dimanfaatkan menjadi produk lain.

PT Chandra Asri Petrochemical (CAP) Tbk sebagai salah satu perusahaan petrokimia terintegrasi, terbesar, dan terkemuka di Indonesia, adalah satu dari sedikit perusahaan yang bisa dan bersedia memanfaatkan sampah plastik sebagai campuran aspal. Untuk itu, perusahaan yang berpusat di Jakarta Barat ini mengimplementasikannya lewat nota kesepahaman dengan Pemerintah Kota Cilegon. Kolaborasi ini menghasilkan pengerjaan proyek jalan mulus di Kota Cilegon sepanjang 19 km.

“Kami akan menyediakan sampah kantong plastik bekas yang sudah dicacah sebanyak kurang lebih 30 ton untuk campuran jalan aspal yang akan dibangun oleh Pemerintah Kota Cilegon,” kata Suhat Miyarso, Vice President Corporate Affairs CAP yang juga hadir pada saat penandatanganan nota kesepahaman tersebut.

“Kami berharap dengan penggunaan sampah kantong plastik sebagai campuran aspal ini akan mengubah persepsi masyarakat dalam melihat sampah kantong plastik dari yang tidak memiliki nilai menjadi barang yang berguna,” cetus Suhat.

Pembangunan Jalan Aspal Plastik di Kota Cilegon Didukung PT Chandra Asri Petrochemical Tbk.

Lewat tagar #BaikUntukBumi, PT CAP memanfaatkan plastik jenis High Density Polyethylene (HDPE) yang punya karakteristisk lebih tebal seperti plastik pengemas minyak goreng 1 – 2 liter. Plastik ini terbuat cari campuran minyak bumi. Dibutuhkan 1,75 kg minyak bumi (sebagai energi dan bahan baku) untuk membuat 1 kg HDPE. Campuran ini tidak hanya mampu mengurangi limbah plastik, tapi juga berimbas positif pada peningkatan kekuatan aspal. Selain permukaan jalan yang makin mulus, campuran ini mampu meningkatkan kekuatan dan ketahanan aspal hingga 40%.

PT CAP sebagai produsen menyediakan sampah kantong plastik yang sudah dicacah kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon untuk dicampurkan ke dalam bahan aspal. Program ini rencananya akan diimplementasikan di tahun 2019. Dalam hal ini, PT CAP berkomitmen untuk menerapkan konsep Circular Economy dimana perusahaan lebih peduli terhadap lingkungan serta menjadikan PT CAP sebagai mitra pertumbuhan bagi pemerintah. Selain itu, PT CAP pun sudah menerapkan Corporate Social Responsibility (CSR) nya secara tepat.

Circular Economy (CE) jelas berbeda dengan Recycle Economy (RE). Bahkan CE merupakan tahapan pemanfaatan sampah yang jauh lebih tinggi dibanding RE. Mekanisme RE tetap menghasilkan sampah, sebagai hasil dari pasca pemanfaatan produk daur ulang. Sementara CE sama sekali tidak, karena sampah dimanfaatkan untuk produk yang tak menghasilkan limbah residu. Contohnya, aspal plastik tadi.

Pembangunan Jalan Aspal Plastik di Kota Cilegon Didukung PT Chandra Asri Petrochemical Tbk.

Sebelum bekerja sama dengan Pemkot Cilegon, PT CAP sudah lebih dulu mempraktikkan pemanfaatan limbah plastik di lingkungan sendiri. Chandra Asri menggunakan dua juta kantong plastik bekas seberat tiga ton sebagai campuran aspal untuk diaplikasikan di area seluas 6.372 m2. Berdasarkan penelitian Kementerian PUPR, campuran sampah plastik dengan komposisi ideal, sebesar 5-6%, mampu meningkatkan nilai stabilitas aspal hingga 40%. Alhasil, jalan aspal lebih tahan terhadap deformasi plastis dan tidak mudah retak.

Dalam sistem CE, penggunaan sumber daya, sampah, emisi dan energi yang terbuang diminimalisir dengan menutup siklus produksi-konsumsi dengan memperpanjang umur produk, inovasi desain, pemeliharaan, pengunaan kembali, remanufaktur, daur ulang ke produk semula (recycling), hingga daur ulang menjadi produk lain (upcycling).

Selain memanfaatkan limbah plastik, PT CAP pun ternyata menginisiasi Bank Sampah. Stigma sampah sebagai barang tak berguna, dicoba digeser menjadi sampah yang bermanfaat dan bernilai ekonomis.  Bersama Institut Teknologi Bandung (ITB), Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPlas) dan Pengelola Bank Sampah Kelurahan Kotabumi, Chandra Asri mendirikan Industri Pengolahan Sampah (IPS) Masaro yang dapat mengelola sampah swadaya 1.000 Kepala Keluarga di lingkungan Serdang Baru, Cilegon.

Melalui IPS Masaro, masyarakat dapat menyetor sampah rumah tangga yang sudah dipilah untuk ditimbang dan ditukarkan dengan insentif. Sampah yang terkumpul selanjutnya akan diolah menjadi berbagai macam produk seperti BBM, penguat aspal berbahan dasar plastik, pupuk, pakan organik dan media tanam.

IPS Masaro adalah proses awal Chandra Asri dalam menerapkan sistem ekonomi sirkular. Proses ini bisa memperpanjang masa pakai sampah untuk dimanfaatkan lagi sebagai alternatif bahan baku, atau didaur ulang menjadi produk baru. Melampaui konsep 3R, sistem IPS Masaro ini lebih berfokus pada “R” yang keempat yaitu “Recover”, dimana sampah diproses kembali dan diubah menjadi sumber daya (resources).

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]