banner
Dok. Universitas Sanata Dharma
Berita

Moestopo Gelar Diskusi Cagak Sawita Rupa

1269 views

Jakarta – Majalahcsr. Pengkomunikasian tanggung jawab perusahaan atau corporate social responsibility sangat penting bagi perusahaan. Hal ini dikarenakan komunikasi tentang CSR diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran, meningkatkan pengetahuan dan pemahaman, membentuk opini, sikap dan perilaku publik baik terhadap CSR ataupun terhadap perusahaan yang melaksanakannya.

Keberhasilan dan tidaknya pengkomunikasian ini juga terkait dengan Humas sebagai pelaksana.

Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Prof. Dr. Moestopo mengadakan seminar Peran Humas Dalam Implementasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan pada Kamis (2/8). Dalam acara ini hadir penulis buku Cagak Sawita Rupa, M. Gunawan Alif, Rektor UPDM Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.Sn, Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi UPDM(B) Dr. Prasetya Yoga, M. Si, Dr. Gati Gayatri, Dra., MA. Juga VP Communikasi Djarum Foundation Rudianto Gunawan.

Seminar ini membahas mengenai peran humas dan pengkomunikasian CSR perusahaan. Sebagai landasan, buku Cagak Sawita Rupa – Pilar Pengabdian Perusahaan di Indonesia menjadi salah satu contoh referensi tentang peran PR dalam implementasi CSR. Dalam buku ini, semua praktik CSR memang sudah dilaksanakan.

Penulis buku Cagak Sawita Rupa, M. Gunawan Alif mengatakan bahwa CSR merupakan suatu keharusan bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk melaksanakannya. Seperti yang telah dituangkan dalam UU no 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) yang diperkuat dengan keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 53/PUU-VI/2008 tentang Perseroan Terbatas, UU no.25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal, dan peraturan Pemerintah nomor 47 tahun 2012 tentang tanggung jawab sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas.

Rudy Harjanto menuturkan bahwa dirinya sangat mengapresiasi seminar seperti ini. Menurutnya sebuah kampus sudah seharusnya seperti ini, apa yang terjadi diluar, dibahas di kampus.

CSR menurut pendapatnya merupakan suatu kewajiban, namun juga bisa dipakai sebagai strategi bisnis. “Kita bisa belajar banyak, kalau mau berbuat baik, kita bisa belajar disini,” jelasnya.

Dikatakan Dekan FIKOM UPDM Prasetya Yoga, CSR ini memang masih menjadi bahasan bagi banyak pihak. Banyak yang mengatakan bahwa secara definisi saja masih belum selesai dibahas. CSR dikatakannya juga masih banyak yang perlu didiskusikan dari sisi kebijakan.

“Setiap industri dan korporasi punya cara masing-masing. Sehingga kebebasan diserahkan ke masing-masing,” paparnya.

 

banner