× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Modalku Telah Salurkan Lebih Dari Rp 5 Triliun Pinjaman UMKM di Asia Tenggara

By Redaksi

Dari nilai tersebut, 60% atau lebih dari Rp 3,1 triliun telah dicairkan bagi UMKM Indonesia. Tahun ini, Modalku meluaskan jangkauan pembiayaan bagi segmen mikro.

Modalku telah mencapai total pencairan modal usaha sebesar Rp 5,2 triliun bagi UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Dari total pencairan ini, Indonesia merupakan pasar terbesar Modalku dengan kontribusi lebih dari Rp 3,1 triliun. Peningkatan total pencairan dana UMKM Modalku pun semakin pesat. Angka total pencairan di Asia Tenggara naik Rp 1 triliun dari bulan Januari 2019 hingga akhir Maret 2019.

Hal ini menunjukkan kian besar dan cepatnya jangkauan Modalku terhadap UMKM di Asia Tenggara. Terhitung hanya selama 3 bulan pertama tahun 2019. Pertumbuhan yang terjadi sejalan dengan visi Modalku, yaitu memajukan perekonomian dengan memberdayakan UMKM lokal. Adanya akses modal usaha bagi UMKM yang berpotensi akan mendorong pertumbuhan bisnis lokal dan selanjutnya memajukan makro ekonomi.

Co-Founder & CEO Modalku Reynold Wijaya berkata, “Kami bersyukur melihat pencapaian bisnis kami, khususnya di Indonesia. Namun, kami tidak berpuas diri. Perjalanan kami masih sangat panjang. Modalku tergolong perusahaan yang muda dan masih banyak hal yang ingin kami lakukan untuk mencapai sebanyak mungkin UMKM di Indonesia serta mendapatkan kepercayaan mereka. Kami ingin supaya ke depannya inklusi keuangan dapat tercapai, di mana semua orang memiliki akses ke layanan  finansial dan tergabung dalam sistem keuangan formal. Cara Modalku adalah berkontribusi melalui penyediaan modal usaha ke segmen UMKM yang selama ini underserved atau kurang terlayani oleh institusi konvensional.”

Modalku hadir sebagai pionir Peer-to-Peer (P2P) Lending di Indonesia sejak Januari 2016. Modalku juga beroperasi di Singapura dan Malaysia di bawah nama Funding Societies. Sebagai perusahaan teknologi finansial yang baru berdiri 3 tahun, startup anak bangsa ini telah mencairkan lebih dari 350.000 pinjaman di Asia Tenggara dengan tingkat default (gagal bayar) tergolong rendah yaitu 0,76%. Ini menunjukkan bahwa meskipun angka pencairan meningkat pesat, pertumbuhan Modalku dilakukan secara sehat. Dimulai tahun 2019, Modalku aktif melayani segmen pedagang mikro yang memiliki kebutuhan signifikan akan pinjaman tanpa agunan.

Fajar Adiwidodo, selaku VP of Product Modalku, menegaskan, “Misi Modalku adalah membantu jutaan UMKM yang ada di Indonesia untuk mengembangkan usahanya. Sektor UMKM berdampak besar bagi perekonomian Indonesia. Data terbaru Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan bahwa UMKM Indonesia berkontribusi atas 60% dari PDB negara. Saat bicara soal UMKM, pedagang mikro dan warung tak bisa lepas dari diskusi. Mereka membentuk jumlah signifikan dari usaha lokal. Karena itu, Modalku semakin fokus menyalurkan pinjaman modal usaha tanpa agunan bagi pedagang mikro dan warung.”

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]