× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Mobil Ramah Lingkungan Futuristis dari Limbah Plastik

By Redaksi
Mobil Futuristis dari Limbah Plastik Bertenaga Hidrogen Karya Nikita Konopatov. Foto : Nikita Konopatov/Inhabitat

MajalahCSR.id Percayakah anda ada mobil yang terbuat dari limbah plastik? Seorang pelajar asal Rusia, Nikita Konopatov, berhasil mewujudkannya.

Limbah plastik dikenal sebagai musuh lingkungan, selain karena jumlahnya yang kian membengkak juga sulit terurai di alam. Kondisi ini mendorong sejumlah pihak yang peduli lingkungan mengolahnya menjadi produk baru yang tak jarang mengundang decak kagum.

Salah satunya adalah karya Nikita Konopatov yang berstatus siswa di Rusia. Pria muda ini mendesain mobil yang tak hanya berbahan daur ulang limbah plastik namun ramah lingkungan karena berbahan bakar hidrogen. Tak sekedar mengedepankan fungsi, desain mobil kreasinya ini sangat “eye catching”. Bentuknya membulat dengan masing-masing roda depan dan belakang berbentuk silinder. Sepintas, mobil konsep ini tak terlihat sebagai mobil sedan melainkan pesawat luar angkasa di film fiksi ilmiah.

Konopatov hanya menggambar detail desain visual mobil kreasinya. Selanjutnya, pabrikan mobil Jerman, Volkswagen Group Future Center Europe, membangunnya dalam bentuk riil. Sang desainer melalui rancangannya disebut-sebut mengkritisi keberadaan mobil bertenaga hidrogen yang tak lagi jadi prioritas. Hal ini karena ongkos proses produksi hidrogen murni dan infastrukturnya yang masih dirasa mahal. Tak heran, sejauh ini hanya ada 3 model mobil di dunia dari pabrikan berbeda yang bertenaga hidrogen, yaitu Toyota Mirai keluaran 2015, Hyundai Next, dan Honda Clarity.

“Hari ini kita punya masalah global, polusi lingkungan,” tulis Konopatov melalui email kepada Inhabitat. “Setiap kali kita usai membuat atau memakai sesuatu akan memicu sampah baru. Salah satu persoalan besar saat ini adalah pemakaian plastik sekali pakai dan gas buangan bahan bakar. Limbah plastik bisa dipakai untuk bahan pembuat badan mobil. Sementara mobil bermesin hidrogen dapat mengurangi polusi gas buang bahan bakar. Gas buang dari hidrogen sangat ramah lingkungan. Adapun kendaraan listrik tidak mencemari udara, namun produksi kendaraan listrik lah yang membahayakan lingkungan, yaitu pembuatan batere kendaraan tersebut,” jelas Konopatov panjang lebar.

Avatar

Redaksi

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]