× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Miss Tjitjih Gandeng Maria Selena dalam Lakon Sangkuriang

By Redaksi
Kelompok sandiwara Sunda Miss Tjitjih dalam lakon Sangkuriang. Bintang tamu Maria Selena. Dok : Syarifah

Jakarta – Majalahcsr. Kesenian tradisional Sunda sebagai kebudayaan asli Indonesia jarang sekali dilirik oleh generasi muda saat ini. Hal ini juga dikeluhkan oleh Sutradara kelompok sandiwara Sunda Miss Tjitjih, Imas Darsih. Dia merasa butuh banyak cara agar kesenian tradisional ini tetap ada.

Salah satunya dengan menggandeng mantan Puteri Indonesia 2011, Maria Selena. Akhir pekan lalu, minggu (28/5) di galeri Indonesia Kaya, Maria didapuk memerankan Dayang Sumbi, seorang wanita keturunan dewa. Dalam sandiwara tersebut lakon Sangkuriang ini dibalut dengan komedi sunda sehingga penonton pun sering tergelak menyaksikan ulah para pemain.

Dok : Syarifah

Walaupun persiapan pementasan hanya sekedar garis besar, dilanjutkan dengan improvisasi, namun sandiwara ini terbilang sukses mencuri perhatian penonton. Pun Maria Selena yang mengaku senang bisa bermain dengan kelompok sandiwara Miss Tjitjih, karena bisa turut melestarikan budaya Indonesia.

Dirinya mengaku sudah lama bergelut dengan dunia teater. Namun tantangan kali ini adalah mengenai aksen sunda, serta persiapan yang singkat. Maria mensiasati dengan membaca terlebih dahulu cerita rakyat dari Bandung ini.

“Moga-moga gak cuma Miss Tjitjih aja, tapi ada lagi teater Sunda lainnya,” papar Maria.

Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Renitasari Adrian mengatakan bahwa mendengarkan dongeng menjadi sebuah memori unik dalam kehidupan masa kecil masyarakat Indonesia, karena masing-masing sarat akan pesan moral dan sosial. “Miss Tjitjih bersama Maria Selena hadir di Auditoriun Galeri Indonesia Kaya untuk membangkitkan kembali daya tarik dalam cerita rakyat dengan sentuhan komedi khas Sunda yang menghibur tanpa mengurangi makna cerita tersebut,” jelasnya

Imas juga berusaha optimis bahwa kesenian Sunda ini akan terus ada. Lantaran saat ini mulai ada mahasiswa yang ingin belajar di kelompoknya.

Sayangnya kelompok Miss Tjitjih selama tahun 2017 ini tidak lagi mendapatkan subsidi dari pemerintah. Padahal subsidi tersebut amat dibutuhkan guna menunjang kegiatan sandiwara maupun kehidupan sehari-hari para pemain dan keluarga. “Semoga pada tahun mendatang akan ada lagi bantuan,” papar Imas.

Untuk menyambung hidup, para pemain ada yang menjadi tukang ojek, berjualan, ataupun menyewakan baju-baju pementasan. Selain itu, kelompok sandiwara ini juga membuat paket-paket pertunjukan untuk hiburan di suatu acara.

 

Bagaimana nasib budaya Indonesia jika tidak dilestarikan? Jika bukan kita, siapa lagi yang akan melestarikan?

Avatar

Redaksi

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]