× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Mikroba ‘Iron Man’ Disebut Bisa Lindungi Lingkungan

By Redaksi
Bakteri Geobacter Sulfurreducens yang mampu Membuat Tameng Perlindungan dari Logam Kobal Sehingga Dijuluki Bakteri "Iron Man". Foto : Hunter Dulay/Camouflaj/ Sony/Marvel. Edit Foto : Luana Steffen

MajalahCSR.id – Iron Man tak cuma eksis di dunia komik atau film. Di kehidupan nyata, ternyata ada juga sosok Iron Man. Hanya saja yang ini ukurannya super kecil karena julukan untuk mikrobakteri yang unik.   

Bakteri adalah salah satu bentuk kehidupan yang paling sederhana. Namun, cara mereka bertahan hidup dan berkembang selalu membuat para ahli penasaran. Pada 2017 dan 2020, para ahli menemukan bakteri yang mampu bertahan di udara di tengah lingkungan yang dingin ekstrim. Kini, para ilmuwan di Michigan State University (MSU) menemukan spesies bakteri yang diberi nama Geobacter sulfurreducens. Bakteri ini mampu bertahan di tengah lingkungan beracun kobalt dengan membangun ‘baju’ metal seperti halnya Iron Man.

Genobacter ini merupakan genus bakteri yang cerdas. Dikutip dari Intelligentliving, mereka bisa membangun jaringan nano penghantar arus, ‘menghirup’ karat, bahkan menghasilkan listrik. Hal ini berarti bakteri tersebut mampu dimanfaatkan untuk menjadi sel bahan bakar mikro yang memproduksi listrik dari kelembaban atau dalam endapan. Ini mirip dengan Air-gen yang memiliki jaringan nano protein, yang diproduksi oleh mikroba untuk mengambil listrik dari uap air di udara.

Kobalt adalah unsur mematikan bagi kebanyakan bakteri dan organisme lain. Uniknya, Geobacter sulfurreducens malah mampu melindungi dirinya dari racun kobalt sekaligus menyerapnya. Racun tersebut tak mampu menembus membran bakteri karena mereka membuat tameng untuk perlindungan diri.

Gemma Reguera, pimpinan riset mikroba ini mengatakan, bakteri yang ditelitinya membentuk nanopartikel kobalt di permukaanya.

“Bakteri ini ‘melogamkan’ diri mereka, sehingga menyerupai tameng yang melindungi. Ini serupa Iron Man yang masuk ke dalam baju besinya,” kata Reguera.  

Di ruang laboratorium, para periset MSU mencoba memaparkan Geobakter ke dalam kandungan kobalt yang tinggi untuk melihat daya tahan dan kemampuannya. Imej mikroskopis memperlihatkan bakteri tersebut bereaksi dengan menyelimuti dirinya dengan logam dan terus tumbuh. Penemuan ini diungkap secara detail dalam jurnal Frontiers in Microbiology.

Tim ahli berharap agar kemampuan bakteri ini mampu menyerap kobalt dari limbah batere lithium-ion untuk kembali digunakan atau menyerapnya sama sekali dari lingkungan. Berikutnya, para ahli juga mulai meneliti jika Geobacter kemungkinan bisa menyerap logam racun lainnya, seperti kadmium.

Kadmium adalah logam yang berdampak racun pada ginjal, tulang dan sistem pernapasan. Logam ini juga diklasifikasikan sebagai zat karsinogen bagi manusia (mampu memicu kanker). Kadmium secara alami terdapat di lingkungan dalam level rendah. Namun, aktivitas manusia membuat kandungan logam ini di alam meningkat signifikan.

Redaksi

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]