× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Merawat Asa Pengrajin Sabut Kelapa di Desa Mundu Indramayu

By Redaksi
Presentasi PT Pertamina Drilling Indonesia Bina Pengrajin Sapu Tepes Desa Mundu Indramayu di Ajang PR Indonesia Award 2020, Kamis (5/3/2020). Foto : Istimewa

Perubahan jaman akhirnya membawa perubahan juga ke banyak hal. Salah satunya sapu tepes yang selama ini menjadi produk industri rumahan di Desa Mundu, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu. Produk sapu berbahan sabut kelapa ini perlahan mulai tergerus jaman. Padahal warga Desa Mundu masih mengandalkan produk sapu tepes untuk penghidupan mereka.

PT Pertamina Drilling Servis Indonesia (PDSI) berusaha melestarikan produk sapu tepes sebagai industri turun temurun di Desa Mundu. Upaya yang dilakukan salah satunya mengedukasi warga dalam proses pembuatan sapu tepes. Sebelumnya, warga biasa merendam bahan baku sapu tepes mereka di selokan yang ada di sekitar tempat tinggal. Perilaku ini tentunya berdampak buruk pada lingkungan. Arus air selokan yang seharusnya lancar jadi terhambat dan bahkan menimbulkan luapan air kotor ke pemukiman warga. Kondisi yang pada akhirnya mengundang penyakit selain muncul aroma yang tak sedap.

PT PDSI juga memberikan  pelatihan kewirausahaan pada pengrajin agar bisa mengembangkan pasar sekaligus meningkatkan desain sapu agar lebih menarik. Kerja bakti dan kampanye buang sampah pada tempatnya turut digencarkan di lokasi pemukiman. Program pembinaan ini mulai dilaksanakan pada 13 November 2019 dengan nama Pembinaan Kelompok Sapu Tepes 2019. Sebanyak 40 pengrajin turut bergabung ke dalam program pembinaan.

Hasil yang didapatkan selama ini, lingkungan warga pengrajin yang lebih sehat, selain manfaat perluasan pasar yang berarti pemasukkan mereka yang kian bertambah. Pengrajin yang tadinya memakai selokan sebagai media perendaman sabut kelapa, beralih ke tong-tong. Walhasil kini tak lagi terjadi luapan air selokan seperti yang sebelumnya sering terjadi.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]